Hari Aksara Internasional, Wagub Jabar Ajak Tingkatkan Minat Baca

Garut,Beritainspiratif.com – Gubernur Jawa Barat mengajak masyarakat, meningkatkan minat baca untuk menambah pengetahuan.

Ia mengatakan, seseorang bisa sukses, jika banyak membaca.

“Maka pada hari Aksara ini, saya kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya membaca,” kata Uu pada peringatan hari Aksara Internasional tahun 2019 tingkat provinsi Jawa Barat di Garut, Kamis (14/11/2019).

Pemprov Jabar sendiri lanjut Uu telah meluncurkan program Kolecer dan Candil, untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Kolecer (Kotak Literasi Cerdas) dan Candil (Maca Dina Digital Library), merupakan program inovasi dalam dunia pendidikan tentang berbaca,” terang Uu.

Pada kesempatan itu Wagub juga meminta seluruh insan pendidikan di Jawa Barat, untuk tidak meninggalkan pendidikan ukhrowi atau pendidikan karakter.

Menurut Wagub dewasa ini pendidikan ukhrowi, kegiatan moral dan akhlak yang bersumber dari keimanan dan ketaqwaan sudah banyak ditinggalkan.

Karena itu, ia meminta para pendidik baik guru agama maupun non agama, harus bisa menyisipkan pesan moral dan agama kepada anak didik di semua jenjang pendidikan.

“Saya minta para pendidik dapat meluangkan waktu beberapa menit, untuk menyampaikan pesan moral kepada anak didiknya. Karena, kesuksesan anak didik tidak hanya dilihat dari akademisnya saja, tapi juga moralnya,” kata Uu.

Terkait angka buta huruf di Jawa Barat,
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Haris Iskandar mengungkapkan terus menunjukkan penurunan.

Iskandar yang hadir pada peringatan tersebut menerangkan, angka buta huruf di Jawa Barat tinggal 0,19 persen, sedangkan di Kabupaten Garut 0,97 persen dari total penduduk.

Bila dilihat dari profilnya, ujar dia masyarakat yang masih buta huruf itu berada di pedesaan, keluarga miskin, perempuan dan berumur diatas 45 tahun.

“Ada budaya kita yang mendahulukan laki-laki dalam segala hal termasuk belajar, sehingga perempuan jadi tertinggal,” imbuhnya.

Hal itu kata Iskandar menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan di tahun 2030.

Meski demikian, pihaknya terus berupaya memberantas buta huruf sampai seminimal mungkin.

“Kita akan berupaya menekan angka buta huruf sampai seminimal mungkin, hingga mendekati nol. Mudah-mudahan di tahun 2030, angka buta huruf nol,” pungkasnya.

Peringatan hari Aksara Internanional tahun 2019 tingkat Jawa Barat, digelar selama 3 hari di alun-alun Kabupaten Garut, diisi dengan pameran produk Dikmas unggulan Jawa Barat, pameran seni budaya, defile 27 kabupaten kota, seminar dan berbagai lomba.

Tema peringatan tahun ini “Ragam Budaya lokal dan literasi masyarakat”.
(Ida)

Bagikan: