Gubernur Jabar Minta BI Terjemahkan Bahasa Statistik BI ke Bahasa Program Pemerintah

Bandung, Beritainspiratif.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, Bank Indonesia (BI) menerjemahkan bahasa statistiknya BI menjadi bahasa program yang konkrit.

“Kami meminta Bank Indonesia menerjemahkan bahasa statistiknya BI, menjadi bahasa program yang konkret di lapangan untuk penguatan ekonomi,” katanya ketika menghadiri pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jabar, Kota Bandung, Jumat (7/2/2020).

Menurut Emil sapaan Ridwan Kamil, terjemahan bahasa statistik BI menjadi bahasa program, tidak hanya membuat pemprov Jabar awas terhadap pergerakan ekonomi dunia dan nasional, tapi juga sigap karena paham bagaimana menerjemahkannya ke dalam kebijakan.

“Itu kalau dilakukan saya kira ini akan luar biasa. Kita dapat menerjemahkan bahasa statistik BI ke dalam kebijakan. Itu harapan saya di era kepemimpinan yang baru,” imbuhnya.

Emil juga berharap sinergi dan kerja sama Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar dengan BI Jabar bisa ditingkatkan.

Apalagi Jawa Barat mendapatkan sejumlah prestasi di bidang ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional dan nilai investasi tertinggi di Indonesia.

“Kami banyak prestasi tapi juga banyak PR (pekerjaan rumah). Kalau prestasi, investasi kita no 1 selama 2 tahun berturut-turut. Lalu pertumbuhan ekonomi selalu di atas rata-rata nasional,” kata Kang Emil usai pengukuhan.

Menurut Kang Emil, pekerjaan rumah ekonomi Jawa Barat adalah inflasi dan isu pangan.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan, BI Jabar secara konsisten turut berkontribusi nyata dalam pembangunan Jabar.

“Kalau kami dari Bank Indonesia intinya memang keberadaan kami ingin berkontribusi nyata untuk pembangunan di wilayah Jawa Barat,” kata Destry.

“Mandat kami salah satunya adalah menjaga stabilisasi harga. Jadi bersama-sama dengan tim di Pemda Provinsi Jawa Barat, kita sudah mempunyai tim pemantau inflasi daerah. Dan alhamdulillah kita bisa menjaga inflasi secara nasional juga relatif rendah. Termasuk inflasi di daerah,” imbuhnya.

(Ida)

Bagikan: