Ghafur Ingin Seperti Kakak Perhumas Muda Kota Bandung

Bandung,  Beritainspiratif. com-Abdul Ghafur (23) merupakan penghuni paling lama di Yayasan Himmatum Ayat, sekurangnya 6 tahun Ghafur membimbing adik-adik Yatim di Yayasan yang beralamat di Komplek Cibiru Indah Vlll Cibiru Wetan Kab.  Bandung tersebut.

Ghafur yang kini duduk di semester 6 STIMIK Bandung jurusan Sistem Informasi, mengaku merasa terharu dengan kedatangan kakak-kakaknya dari Perhumas Muda kota Bandung,  Sabtu (24/3).

“Saya hanya bisa merepotkan pihak yayasan saja,  makan-minum disini, kendaraan diberi inventaris,  ongkos,  hingga bisa sampai kuliah,  tapi belum bisa bantu yayasan, ” cetus Ghafur terbata-bata.

Meskipun Ghafur merasa  cape, karena tanggung jawab sebagai penghuni tertua di Yayasan Himmatun Ayat yang dihuni 24 anak melebihi yang lain, namun Ghafur merasa ikhlas.

“Kadang saya kurang memperhatikan anak lainnya,  saat ada seorang anak pergi tidak pamit terlebih dahulu menggunakan sepeda motor, tahu-tahu jatuh di jalan atau nabrak kendaraan lain,  itu sering terjadi, ” timpal Ghafur.

Namun begitu Ghafur menyadari,  bahwa hal itu merupakan tanggung jawabnya, terlebih orangtua Ghafur yang lemah secara ekonomi kerapkali mewanti-wanti agar bisa menitipkan diri di tempat tersebut.

Karena sejak kelas 1 SMA di Al-Amanah Ciwidey,  kemudian dipindahkan ke Yayasan,  sehingga bisa melanjutkan kelas 2 ke Aliyah Ibnu Rusyd kawasan Cinunuk yang bertekatan dengan Yayasan sampai saat ini dapat kuliah,  berkat Yayasan Himmatun Ayat.

“Orangtua saya pa Empud dan Ibu Acoh menitipkan ke Yayasan ini karena mereka hanya penggarap tani di Cikadu Cianjur Selatan,  keberadaan ekonominya kurang menguntungkan,  sehingga saya pun nanti harus bisa seperti Kakak dari Perhumas Muda Bandung membantu kaum yang lemah, ” papar Ghafur.

Betapa tidak berat,  Ghafur sendiri memiliki 3 orang kakak dan satu adik yang masih harus dibiayai orangtuanya, bahkan adik perempuannya Latifah yang kini duduk di kelas 3 MTS Panyocokan Ciwidey tidak mungkin di pindah ke Yayasan Himmatun Ayat,  karena kamar khusus untuk perempuan tidak ada.

Koordinator Perhumas Muda Kota Bandung Yuni Miyansari Memberikan donasi kepada Pengasuh Yayasan Himmatun Ayat, Yusuf Hamdani, Sabtu (24/3)

Sementara itu kedatangan Perhumas Muda Kota Bandung menurut koordinator Yuni Miyansari untuk mengisi hari dongeng Internasional yang jatuh pada tanggal 20 Maret lalu,  sekaligus menggelar Perhumas peduli di Yayasan Himmatun Ayat.

“Kita bekerjasama dengan Kak Yeni dari kampung dongeng Bandung Raya untuk menghibur anak-anak sekaligus menyalurkan donasi dari para anggota Perhumas,  mudah-mudahan bermanfaat, ” tandas Yuni.

Yuni menjelaskan,  dari donasi yang terkumpul sebesar Rp.  10 juta,  sebagian dibelanjakan untuk keperluan anak, seperti buku,  tas,  serta perlengkapan lainnya dan sebagian diberikan secara tunai.

Dijadwalkan kegiatan Perhumas Peduli akan digelar dua kali dalam setahun,  jadwal berikutnya digelar bulan Ramadhan.

Sebelum pemberian donasi sejumlah anak bersama kakak-kakak Perhumas saling memperkenalkan diri,  tanya jawab seputar pengetahuan ke-Islaman,  hafalan ayat Alquran, nama Nabi dan Malaikat.

Usai tanya jawab,  anak-anak yang didominasi laki-laki usia SD-SMA ini disuguhi dongeng dari Kak Yeni,  sehingga suasana mencekam,  tawa dan ceria serta pekikan suara pendongeng menghangatkan suasana di tempat tersebut.

Foto bersama kakak-kakak Perhumas Muda Kota Bandung dengan Anak-anak Yatim Yayasan Himmatun Ayat, Sabtu (24/3)

Sementara itu pengelola Yayasan Himmatun Ayat Yusuf Hamdani menyambut hangat kehadiran Kakak-kakak dari Perhumas Muda dengan mata berkaca-kaca sambil berkata “tiada ucapan yang lebih indah dari kami bagi para donatur dari Perhumas,  semoga amal kebaikannnya mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT”.

Yusuf berencana donasi yang diterimanya tersebut akan digunakan bagi operasional Yayasan. “Kami harus siapkan 1-2 karung beras,  untuk makan sehari anak-anak ini,  doakan ya agar kami mampu dan amanah dalam menjalaninya, ” ujar Yusuf .  (Dudy)

Bagikan: