Empat Calon Rektor UPI Masa Bhakti 2020-2025, Paparkan Visi Misi dan Program Kerjanya

Bandung, Beritainspiratif.com – Empat Calon Rektor UPI masa bakti 2020-2025, memaparkan visi, misi dan program kerjanya, dalam forum terbuka di gedung Achmad Sanusi kampus UPI jalan Setiabudhi kota Bandung, Senin (16/3/2020).

Keempat calon tersebut adalah Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, MA,
Prof Dr Didi Sukyadi MA, Prof Dr M Solehuddin MPd MA, dan Prof Dr R Asep Kadarohman MSi.

Calon Rektor Prof. Dr. H. Bunyamin Maftuh, MA. memaparkan kertas kerja dengan Judul “ Membangun UPI Masa Depan Menuju Universitas Berkelas Dunia Di Bidang Pendidikan”.

Dalam programnya Bunyamin akan membekali mahasiswa dengan pendidikan kewirausahaan.

Pendidikan kewirausahaan akan dijadikan mata kuliah, agar tidak ada lulusan UPI yang menganggur.

“Harus kita akui, perguruan tinggi baik diploma maupun S satu, menyumbang pengangguran terdidik cukup besar lebih dari 6 persen,” katanya.

Ia juga merencanakan pengembangan kampus baru di Walini Kabupaten Bandung Barat, untuk fakultas olahraga bertaraf internasional.

“Dengan adanya kereta api cepat, Walini akan menjadi sebuah kota baru. Ada peluang untuk dapat lahan disana. Seandainya terpilih, saya akan bangun sport science center di Walini, dengan fasilitas terbagus di Asia Tenggara. Itu mimpi tapi harus terwujud,” katanya.

Sementara calon Rektor Prof. Dr. Didi Sukyadi, MA dalam kertas kerjanya berjudul “Merespon Perubahan, Membangun Peradaban”, antara lain menawarkan program pendidikan guru exclusive.

Menurutnya, jumlah mahasiswa program studi S1 kependidikan harus sedikit. Dalam satu tahun, paling tidak hanya menerima 40 mahasiswa saja dan semua mahasiswanya di-asramakan.

“Pendidikan guru yang baik itu harus exclusive, agar menghasilkan calon guru yang baik,” ujar dia.

Didi juga mengaku tidak alergi terhadap posisi mahasiswa di Majelis Wali Amanat (MWA) UPI.

“Kita mesti mendengarkan aspirasi mahasiswa, dalam hal penguatan tatakelola. Jadi kalau kita bisa mengusulkan perubahan statuta, mahasiswa bisa masuk MWA,” imbuhnya.

Pada forum terbuka yang dipandu Kodrat Wibowo, calon Rektor Prof. Dr. M. Solehudin, MA, menyampaikan Kertas Kerja berjudul “UPI untuk Pembangunan Bangsa Berkarakter Unggul melalui Kampus Merdeka”.

Calon rektor ketiga ini ingin menjadikan UPI EDUN. Edun dalam bahasa Sunda adalah hebat dan mahiwal dari yang lainnya. Namun EDUN itu sendiri merupakan singkatan dari Education for Upturn of Nation, yang berarti pendidikan untuk perbaikan bangsa. Jadi semua sivitas akademika UPI harus beretika, Digjaya, Unggul dan Nanjeur.

“Apanya yang edun ? Dosen, mahasiswa, sarana prasarana dan prestasinya semua harus edun,” tegas dia.

Saat ini lanjut Solehudin, Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kualifikasi S3 masih minim sekitar 40 persen. Dosen asing pun masih sedikit. Sarana kampus belum up to date.

“Belum seluruh kampus ramah lingkungan. UPI belum ramah pada yang berkebutuhan khusus,” ungkap dia.

Sedangkan calon keempat, Prof. Dr. R. Asep Kadarohman, M.Si, yang kini menjabat sebagai Rektor UPI mengangkat topik ”Penguatan Daya Saing Universitas Pendidikan Indonesia”.

Ia memaparkan capaian yang telah diraih serta pengembangan sarana dan prasarana UPI.

Asep mengungkapkan, dalam program tahun 2020-2025 ditargetkan akreditasi UPI tetap tumbuh.

Saat ini jumlah prodi yang telah terakreditasi mencapai 80 persen, sedangkan prodi yang terakreditasi internasional sebanyak 20 persen dari jumlah prodi.

Ia mengakui jumlah doktor di UPI masih rendah, kurang dari 50 persen.

“Lima tahun kedepan jumlah doktor ditargetkan naik jadi 60 persen dan jumlah profesor dinaikkan dari sekarang 10 persen menjadi 15 persen,” ucap Asep.

“Tahun ini kami akan memberikan bea siswa bagi dosen yang akan melanjutkan S3, khusus untuk biaya pendidikan. Kami juga mendorong dosen agar mau studi banding ke luar negeri,” ujarnya.

Ketua Panitia Penjaringan dan Pemilihan Rektor UPI 2020 – 2025, Dr. R. Boyke Mulyana menuturkan, melalui penaparan visi misi ini, diharapkan dapat menghasilkan pemimpin yang revolusioner.

“Kami ingin mendapatkan pemimpin periode 2020-2025 yang bisa membawa UPI, menjadi universitas yang unggul dan terdepan,” tegas Boyke.

(Ida)

Bagikan: