Ekonomi Masyarakat Masih Timpang, Bank Indonesia Dorong Percepetan Infrastruktur Jabar

BANDUNG. Pengembangan sektor ekonomi potensial perlu dukungan kebijakan pemerintah terutama infrastruktur ditengah issue Jawa Barat yang tengah menghadapi ketimpangan antara daerah selatan dan utara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jabar, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan jumlah penduduk miskin terbesar berada di selatan jawa yang berbasis pertanian. Maka dari itu, perlu adanya pengembangan sektor ekonomi bernilai tambah besar seperti agro industri yang didukung infrastruktur dasar guna mendukung pemerataan kesejahteraan.

“Peran Bank Indonesia diperlukan dalam menjaga stabilitas ekonomi untuk mendukung sektor ekonomi potensial di daerah. Selain itu juga agar mendorong pendalaman pasar keuangan untuk mendukung berkembangnya pembiayaan pembangunan infrastruktur,” ujar Wiwiek saat dihubungi BeritaInspiratif, Senin (25/9).

Wiwiek menjelaskan, untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, maka penguatan sektor ekonomi potensial mutlak diperlukan. Hal itu perlu dilakukan agar sektor ekonomi potensial dapat memberikan nilai tambah dalam penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor dan mengurangi ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

“Berangkat dari hal tersebut, Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim beserta kementerian terkait dan pemerintah daerah lainnya, mengadakan Rapat Koordinasi pemerintah, Pemerintah daerah dan Bank Indonesia atau Rakorpusda,” jelasnya.

Menurutnya, Rakorpusda yang akan berlangsung mulai 26 – 27 September 2017 ini akan membahas beberapa pokok permasalahan di ruang lingkup Jabar. Mulai dari upaya peningkatan kapasitas infrastruktur dasar dan konektivitas yang terintegrasi untuk mendukung berkembangnya sektor ekonomi potensial, peningkatan pemerataan wilayah utara dan selatan Jabar.

Selain itu, lanjut Wiwiek, akan dibahas pula langkah meningkatan kapasitas SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, sinergi regulasi pusat dan daerah untuk mendukung iklim investasi serta peningkatan akses pembiayaan yang mendukung pengembangan ekonomi secara inklusif beserta pembiayaan pembangunan infrastruktur.

“Pembahasan tersebut lebih difokuskan pada lingkup Jabar, yakni pada proyek infrastruktur strategis seperti Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), Tol Cisumdawu dan Garut-Tasik (Gatas), Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban Subang,” tandasnya.

Selama Rakorpusda berlangsung tiga hari, kegiatan besar lain juga akan dilakukan. Seperti kunjungan ke Bandara Kertajati Majalengka, Kuliah Umum oleh Deputi Gubernur Perry Warjiyo dilanjutkan peresmian BI Corner di Unpad, Bandung. (gan)

Bagikan: