Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BI Gelar Festival Ekonomi Syariah

BANDUNG. Ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

Hal itu diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat saat membuka Kick-Off Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2017 Regional Jawa.

“kami bekerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk terus berusaha mendorong tumbuhnya ekonomi syari’ah ini,” kata Wiwiek di Bale Asri Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (13/9).

FESyar yang merupakan pertama kali di Jawa Barat ini, BI mengangkat tajuk ‘Mewujudkan Jawa sebagai Poros Pemberdayaan Ekonomi Syari’ah Nasional’. FESyar akan berlangsung selama tiga hari mulai hari Rabu-Jum’at, 13-15 September 2017.

“Ini salah satu bentuk dari komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung perkembangan dari perekonomian syari’ah,” ujarnya.

Dikatakannya, kegiatan FESyar diselenggarakan sebagai upaya memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat. Juga menjadi salah satu langkah memperkenalkan produk ekonomi syari’ah.

“FESyar ini adalah bagaimana kita berusaha terus untuk memperkenalkan dan memberdayakan ekonomi syari’ah. Memperkenalkan kepada masyarakat produk-produk dari ekonomi syariah,” katanya.

Selain itu, ke depan Wiwiek berharap FESyar bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat berdaya saing. Manakala masyarakat sudah dapat menikmati dan menggunakan produk syariah.

“Ekonomi syariah ini bisa kita kembangkan dan dorong, sehingaa menjadi salah satu sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang bisa berdampingan dengan ekonomi konvensional,” pungkasnya. (gan)

Bagikan: