Dishut Jabar Akan Bangun Pusat Budi Daya Lebah Madu Trigona di Jatinangor Sumedang



Bandung,Beritainspiratif.com - Budi daya lebah madu sangat potensial untuk dikembangkan di Jawa Barat. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, juga bermanfaat untuk konservasi dan penjaga lungkungan.

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat H. Epi Kustiawan mengatakan, madu yang dihasilkan oleh lebah sangat baik untuk kesehatan. Debgan membudidatakan lebah madu, masyarakat juga tidak akan menebang pohon karena sumber pakannya ada di tanaman (pohon).

"Yang penting masyarakat tidak menebang pohon, sehingga konservasi. terjaga. Lebah juga sebagai indikator lingkungan, karena hewan ini akan kabur bila ada pestisida ," kata Epi di ruang kerjanya jalan Soekarno Hatta kota Bandung, Jum'at (21/6/2019).

Selama ini, kata Epi lebah madu yang banyak dibudidayakan adalah jenis Apis Cerana dan Apis Mellifera. Jenis lebah ini menyengat, sehingga cukup menakutkan. Namun ada jenis lebah yang lebih kecil dari kedua jenis lebih tersebut dan tidak menyengat, yaitu lebah madu Trigona atau masyarakat mengenalnya dengan nama Teuweul.

"Lebah madu Trigona ini cocok dikembangkan di perkampungan atau taman di rumah. Bahkan kedepan akan dikembangkan di hutan-hutan kota, karena tidak menyengat," paparnya.

Menurut Epi Kustiawan untuk memenuhi kebutuhan bibit lebah tersebut, pihaknya akan membangun pusat budidaya (Breeding Center) Trigona di Jatinangor Sumedang.

Sementara guna memenuhi pakan lebah, pihaknya mengembangkan tanaman yang sepanjang tahun berbunga seperti pohon kersen dan air mata pengantin.

"Tahun 2020 kita akan bangun breeding center untuk Trigona di Jatinangor. Kalau berhasil, masyarakat yang butuh akan diberi secara gratis," ucapnya.

Epi menambahkan, budidaya lebah madu Trigona, telah dikembangkan oleh masyarakat di kecamatan Banjar Anyar kabupaten Ciamis. (Ida)

Berita Terkait