Dirut Angkasa Pura II : Era Revolusi Industri 4.0 Manusia Memainkan Peran Sebagai Lokomotif

Bandung, Beritainspiratif.com – Direktur PT. Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengingatkan sivitas akademika Universitas Padjadjaran untuk siap menghadapi era revolusi industri 4.0. Ia mengatakan, revolusi industri 4.0 saat ini telah merambah ke berbagai bidang industri di Indonesia.

“Waktu yang sekarang adalah waktu yang cepat untuk mempersiapkan diri. Karena memang tidak ada pilihan,” ujar Awaluddin saat memberikan kuliah umum dalam acara Seri Kuliah Umum Dirut BUMN yang digelar di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Senin (4/3/2019) yang dilansir laman Unpad.

Era revolusi industri 4.0 mendorong adopsi teknologi ke berbagai aspek. Pada era ini, manusia memainkan peran tidak lagi sebagai gerbong, tetapi lokomotif dari disrupsi teknologi tersebut. Ini disebabkan, sebagian pekerjaan manusia akan digantikan oleh teknologi.

Meski teknologi menjadi dasar di era ini, Awaluddin meminta mahasiswa untuk tidak takut menghadapinya. “Jangan ditakuti karena akan mendisrupsi kita. Saran saya, datangi, pelajari, dalami, seriusi, dan mengerti bahwa ini adalah bidang baru yang harus dikuasai,” pesan Awaluddin.

Alumnus program Doktor Manajemen Bisnis Unpad ini mengatakan, perguruan tinggi juga harus menyiapkan diri menghadapi era revolusi industri 4.0. Di era ini, kebutuhan industri telah memerlukan bidang keahlian khusus. Hal ini yang mendorong perguruan tinggi harus menyiapkan bidang-bidang keilmuan khusus, tidak lagi pengetahuan umum.

Kerja sama perguruan tinggi dengan sektor industri harus tetap dibangun. Meski demikian, ada sejumlah tantangan dalam mengimplementasikan kerja sama ini. Tantangan pertama menurut Awaluddin adalah pembaruan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri.

“Kita membutuhkan talent-talent yang memang relevan dengan situasi pada saat itu. Untuk itu, kita harus memberi tahu kepada (pencetak) tenaga kerjanya, yaitu kampus. Jangan sampai yang mencetak tenaga kerjanya tidak update,” papar Awaluddin.

Tantangan kedua adalah fasilitasi teknologi. Meski penyediaan fasilitas ini memerlukan biaya yang besar, Awaluddin optimis hal ini akan berpengaruh pada penguatan sumber daya manusia. Sektor industri juga siap untuk menjadi laboratorium riset bagi mahasiswa.

Tantangan terakhir adalah luaran riset. Awaluddin mengatakan, luaran riset harus lurus dengan kebutuhan industri. “Kampus juga harus berani untuk keluar dari zona nyaman,” imbuh Awaluddin.

Dalam kesempatan tersebut, PT. Angkasa Pura II (Persero) memberikan sejumlah bantuan Corporate Social Responsibility kepada Unpad.

(Yanis)

Bagikan: