Diprediksi Meningkat, BI Jabar Kendalikan Laju Inflasi

BANDUNG. Inflasi Jawa Barat pada November 2017 mengalami peningkatan dan memasuki angka-angka yang rentan. Dibandingkan bulan sebelumnya, pada periode November inflasi tercatat 0,21 persen (mtm), 3,06 persen (ytd) dan 3,42 persen (yoy).

Kepala BI Jabar, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan jika melihat angka inflasi Novemvber 2017, jika dibandingkan tahun lalu ternyata lebih tinggi pada periode yang sama, yakni 2,94 persen. Bahkan dari survei harian yang dilakukan BI, pada minggu pertama di bulan Desember, angka inflasi mencapai 0,22 persen.

“Kita melihat inflasi sudah cukup tinggi. Sampai dengan bulan November yang lalu, Jawa Barat itu sudah 3,06. Padahal kita masih punya Desember. Desember tekanan inflasi tidak bisa diremehkan,” kata Wiwiek di Kantor Perwakilan BI Jabar, Bandung, Senin (11/12).

Menurutnya, untuk mengatasi tekanan inflasi yang tinggi di akhir tahun. BI bersama pimpinan yang ada di Jabar akan menggelar pertemuan high level TPID pada Rabu (12/12), untuk menemukan solusi tercepat dalam mengatasi laju inflasi.

Wiwiek berharap dengan adanya pertemuan yang langsung dipimpin Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan akan menghasilkan suatu tindakan konkrit dari Pemerintah Provinsi Jabar untuk mengatasi tekanan inflasi akhir tahun, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Kita mengharapkan ada suatu tindakan real dari Pemerintah mengenai upaya-upaya yang harus kita lakukan, untuk mencoba menetralisir atau paling tidak menekan potensi tekanan inflasi yang cukup tinggi di Jabar,” ucapnya.

Perlu diketahui, berdasarkan disagregasinya, pada bulan November inflasi Jabar disumbang oleh tiga kelompok yaitu administered prices, volatile food dan kelompok core inflation. Kelompok administered prices terutama karena kebijakan pemerintah terkait cukai rokok yang masih berjalan secara bertahap.

Untuk kelompok volatile food pasokannya mengalami penurunan terutama produk hortikultura, karena telah melewati masa panennya

Selain itu, kebijakan harga eceran tertinggi untuk beras, menyebabkan permintaan yang meningkat untuk beras jenis medium, sementara pasokannya tetap.

“Secara keseluruhan tahun, inflasi Jawa barat pada tahun 2017 diperkirakan masih dalam kisaran 4 plus minus 1 persen,” tandasnya. (gan)

Bagikan: