Dibalik Masalah dan Musibahmu, Ini yang Harus Dilakukan

Beritainspiratif.com-

๐Ÿ„ Khazanah Al-Qur’an ๐Ÿ„

Rabu, 05-September-2018 M

๐ŸŒน Dibalik Musibahmu, Allah Merindukan Panggilanmu !

Dibalik ujian yang menimpamu, Allah rindu dengan suaramu ketika memanggil nama-Nya.

Dibalik cobaan yang datang padamu, Allah menantikan tangisanmu ketika memohon belas kasih dari-Nya..

Dibalik kesulitan yang menghadang jalanmu, Allah ingin mendengar rintihanmu ketika berharap jalan keluar dari-Nya..

Allah mengujimu karena ingin mendengar harapanmu, permohonanmu, tangisanmu, keluh kesahmu sehingga engkau semakin dekat dengan-Nya.

Semakin sering mengingat-Nya. Semakin sering memanggil-Nya.

Walaupun kita tidak hanya diminta mengingat Allah dalam kondisi sulit.

Dalam semua kondisi kita harus selalu mengingat-Nya, namun setidaknya ketika tertimpa musibah tidak ada yang kita mintai pertolongan selain Dia.

Seperti yang tersirat dalam kisah para Nabi yang mulia.

Dibalik ujian yang menimpa mereka selalu ada doa dan munajat yang begitu mengharukan.

Ingatkah kita dengan kisah Nabi Nuh as ketika beliau berdoa,

ูˆูŽู†ููˆุญู‹ุง ุฅูุฐู’ ู†ูŽุงุฏูŽู‰ูฐ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ู ููŽุงุณู’ุชูŽุฌูŽุจู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ููŽู†ูŽุฌู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑู’ุจู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู

โ€œDan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar.โ€ (QS.Al-Anbiyaโ€™:76).

 

Ingatkah kita dengan Nabi Ayyub as dalam doanya,

ูˆูŽุฃูŽูŠู‘ููˆุจูŽ ุฅูุฐู’ ู†ูŽุงุฏูŽู‰ูฐ ุฑูŽุจู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ููŠ ู…ูŽุณู‘ูŽู†ููŠูŽ ุงู„ุถู‘ูุฑู‘ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู†ูŽ

Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, โ€œ(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.โ€ (QS.Al-Anbiyaโ€™:83).

 

Ingatkah kita dengan munajat Nabi Yunus as ketika beliau terjebak dalam perut ikan,

ููŽู†ูŽุงุฏูŽู‰ูฐ ูููŠ ุงู„ุธู‘ูู„ูู…ูŽุงุชู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

Maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, โ€Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau.
Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.โ€ (QS.Al-Anbiyaโ€™:87).

 

Ingatkah kita dengan ujian yang menimpa Nabi Zakaria as ketika di usia tuanya beliau belum juga memiliki keturunan,

ูˆูŽุฒูŽูƒูŽุฑููŠู‘ูŽุง ุฅูุฐู’ ู†ูŽุงุฏูŽู‰ูฐ ุฑูŽุจู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑู’ู†ููŠ ููŽุฑู’ุฏู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซููŠู†ูŽ

Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, โ€œYa Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik. (QS.Al-Anbiyaโ€™:89)

Ayat-ayat ini mengisahkan bagaimana ujian-ujian yang menimpa sebenarnya sedang ingin menggiring manusia untuk semakin dekat dengan Allah swt.

Berharap belas kasih dari-Nya dan sering menyebut nama-Nya. Karena Allah merindukan suara hamba-Nya yang memelas dan memohon kepada-Nya.

 

๐Ÿ Semoga Bermanfaat ๐Ÿ

Kaka

Bagikan: