Dalam Waktu 5 Menit Getuk Lindri Sepanjang 350 Meter Ludes Diserbu Warga Pekalongan

Pekalongan, Beritainspiratif.com – Menyambut tradisi syawalan yang datang sepekan setelah hari raya Lebaran di Desa Ambokembang Kabupaten Pekalongan warga bergotong royong membuat getuk lindri sepanjang 350 meter pada, Selasa, (11/6/2019).

Panitia membagikan secara gratis getuk lindri yang dibalut parutan kelapa dan gula jawa kepada ribuan warga yang sudah berkumpul sejak pagi agar kebagian makanan yang terbuat dari singkong tersebut.

Sebelum dibagikan, getuk terlebih dahulu diberi parutan kelapa dan gula jawa cair di atasnya. Namun, karena warga yang tidak sabar langsung menyerbu potongan getuk yang sudah disiapkan oleh panitia.

Dalam waktu lima menit, getuk sepanjang 350 meter tersebut ludes oleh warga. Mereka saling dorong untuk mendapatkan getuk agar tidak kehabisan. Bahkan, beberapa tidak kebagian dan hanya mendapatkan singkong rebus saja dari panitia.

“Saya cuma dapat singkong saja sama parutan kepala dikasih gula jawa, tapi enggak apa-apa ikut senang karena sudah tradisi,” kata Umbini, warga Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Dilansir dari Kompas.com, Zaenal Muttaqin selaku panitia mengatakan, memang panitia menyediakan getuk lindri cadangan yang dibuat untuk warga yang tidak kebagian. Mereka harus rela menunggu pembuatan getuk terlebih dahulu tapi banyak yang tidak sabar.

“Kalau getuk sepanjang 350 meter kami buat selama 24 jam menghabiskan 1,5 ton singkong, 220 butir kelapa, dan 80 kg gula jawa,” kata Zaenal.

Ditambahkan Zaenal, bahwa tradisi merayakan syawalan ini sudah berjalan selama 8 tahun. Sengaja warga membuat getuk lantaran prosesnya yang mudah dan banyak disukai masyarakat khususnya Pekalongan, tuturnya.

Singkong hanya direbus dan dilembutkan hingga lunak dan diberi kelapa serta gula jawa. “Semua biaya dari warga, kami patungan dan beberapa donatur tetap untuk acara ini. Tujuannya agar mempererat kerukunan warga di saat Lebaran bisa berkumpul,” ungkap Zainal.

Rencananya, kegiatan serupa akan terus digelar pihaknya tiap tahun dengan panjang getuk lebih panjang. Sehingga, pada suatu saat nanti, bisa didaftarkan ke rekor Muri. (Yanis)

Bagikan: