Covid-19, Disparbud Jabar Turunkan Target Kunjungan Wisatawan

Bandung, Beritainspiratif.com – Sektor pariwisata di Jawa Barat sudah siap menerima wisatawan. Namun di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini, masih difokuskan pada pasar domestik yaitu wisatawan yang berasal dari Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Dedi Taufik menjelaskan, sesuai Kepgub 443 yaitu Adaptasi Kebiasaan Baru, pembukaan obyek wisata dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan leveling tingkat kewaspadaan.

“Ada hijau, biru, kuning, merah dan hitam. Kita menyesuaikan disitu terutama berkaitan dengan pembukaan beberapa destinasi yang ada di Jawa Barat,” kara Dedi di gedung Sate kota Bandung, Selasa (14)7/2020).

Baca Juga:Jabar-kehabisan-mikro-pipet-pemeriksaan-pcr-covid-19-dilakukan-secara-manual

Dedi menuturkan destinasi wisata yang telah dibuka saat ini adalah Pangandaran, Bandung Barat terutama kawasan KBU dan kawasan Puncak.

Untuk menggeliatkan kembali sektor pariwisata yang sudah terpuruk selama pandemi covid-19, lanjut Dedi, pihaknya melakukan kegiatan Smiling West Java Adaptasi Kebiasaan Baru dan Great Sale mulai 1 Juli sampai 30 Agustus 2020.

Hal ini bertujuan untuk membangkitkan perekonomian industri pariwisata Jawa Barat, dengan menyesuaikan AKB.

“Kami menerbitkan surat edaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang harus dipedomani, untuk pelaksanaan dibukanya pariwisata di masing-masing kabupaten kota,” ujarnya.

Menyinggung arus kunjungan wisatawan ke Jawa Barat, dikatakannya mengalami penurunan akibat pandemi covid-19.

Jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dari Januari sampai Juni 2020 tercatat 19.908.914, sedangkan wisatawan mancanegara (wisman) melalui bandara Husein Sastranegara Bandung, bandara Kertajati Majalengka dan Pelabuhan Muarajati Cirebon, sekitar 30.838 orang yang berkunjung ke Jawa Barat.

“Ini berdasarkan akomodasi dan hotel yang ada di provinsi Jawa Barat, ” jelas Dedi.

Dengan adanya penurunan realisasi kunjungan tersebut sambung Dedi, Disparbud Jawa Barat harus melakukan penyesuaian target kunjungan pada tahun 2020.

“Wisman yang semula ditargetkan 1.920.000 orang, menjadi 31.000 orang dan wisnus dari target 51.400.000 orang jadi 19.020.000 orang, ” ucapnya.

Dedi berharap melalui program smiling West Java Adaptasi Kebiasaan Baru dan Great Sale sampai dengan 30 Agustus ini, industri pariwisata kembali bangkit.

“Jadi bulan Juni sampai Desember ini adalah recovery ekonomi, recovery pariwisatanya. Kemudian juga untuk normalisasi kita mencoba nanti di tahun 2021. Ini perlu ada percepatan, terutama berkaitan dengan promosi dengan konektivitas semua lini, baik itu hotel restoran kuliner, tempat destinasi dan lain sebagainya. Ini yang perlu kita kolaborasikan bersama,” tegas Dedi.

(Ida)

Bagikan: