Cintai dan Dalami Ajaran Islam, Akan Hadir Kecintaan Terhadap NKRI

Bandung, Beritainspiratif.com -Kemalangan terbesar bangsa Indonesia
ialah ketika mereka beragama Islam, tetapi tidak mengerti kekuatan besar yang dimiliki agamanya.

Bahkan yang lebih parah lagi
mereka hidup dengan memendam kebencian besar kepada ajaran Islam dan orang-orang yang berusaha memperjuangkannya

Masyarakat Indonesia bisa diibaratkan seperti orang-orang dusun di pelosok terpencil, yang diberi hadiah mobil sedan Mercy seri terbaru.

Mobilnya luar biasa, sangat canggih, merupakan inovasi teknologi paling mutakhir. Sayangnya.. mobil mewah itu tidak bisa dipakai apa-apa. Jangankan dioperasikan, orang-orang dusun itu bahkan tidak pernah melihat mobil sedan.

Bagaimana akan merasakan canggihnya Mercy, kalau melihat saja belum. Akhirnya, mobil itu pun hanya dielus-elus saja, setiap pagi dan sore. Malah ada yang dimandikan bersama domba-domba.

Islam adalah anugerah agung yang disia-siakan Bangsa Indonesia.
Buruknya kehidupan masyarakat Indonesia selama ini menjadi bukti besar, bahwa mayoritas rakyat negeri ini tidak mengerti ajaran Islam. Andaikan mereka mengerti dan mengamalkan, mustahil hidupnya akan terhina.

Ajaran Islam bukan hanya memiliki sekian banyak nilai-nilai yang agung, tetapi ia juga sangat menakutkan bagi ideologi kapitalisme barat.

Tidak ada ideologi apapun yang begitu menakutkan Barat, selain Islam. Mereka sudah mempelajari sejarah kegemilangan peradaban Islam selama ribuan tahun.
Tidak aneh kalau Barat membuat studi orientalisme, dalam rangka menjelek-jelekkan citra Islam, dan menyesatkan pandangan manusia terhadap Islam.

Andaikan bangsa Indonesia tahu keagungan agama yang dipeluknya selama ini, niscaya mereka akan sangat malu ketika sekian lama meninggalkan Islam, mengabaikan Islam, melecehkan Islam, apalagi memusuhi Islam.

Banyak tokoh-tokoh Barat yang secara kesatria mengakui keagungan Islam. Bahkan Mahatma Gandhi pun tidak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada agama ini. Hanya orang-orang berwawasan minus saja yang akan meremehkan Islam.

Adalah suatu kebodohan, bahkan sebodoh-bodohnya akal manusia ketika bangsa Indonesia bersikap buruk kepada ajaran Islam.
Bagaimana bisa kita berbuat seperti itu, padahal Islam memiliki begitu banyak ilmu pengetahuan yang sangat kita butuhkan untuk mencapai kemajuan.

Ibaratnya,
seperti seseorang yang menderita sakit, lalu diberi madu, tetapi dia malah memaki-maki madu itu dan menuduhnya sebagai racun.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Lalu dengan teori apa Indonesia bisa bangkit dan maju ?
Apakah teori nasionalisme, sekularisme, militerisme, kapitalisme, sosialisme, pluralisme, chauvimisme, diktatorisme, atau liberalisme…?

Lihatlah…
fakta sudah berbicara sangat telanjang. Teori-teori yang diyakini bangsa Indonesia selama ini telah membuatnya kehiilangan kedaulatan, bahkan hidup dijajah kembali, setelah 65 tahun merdeka. Sampai kapan lagi semua kepincangan itu akan dilanjutkan.

Tidak ada yang membenci Islam, melainkan empat golongan saja :

• Pertama, orang yang tidak tahu ajaran Islam dan termakan oleh fitnah permusuhan.

• Kedua, orang yang tahu keagungan Islam, tetapi tidak rela jika ajaran Islam berlaku, karen ia akan memperbaiki kehidupan rakyat. Inilah kaum pendengki yang gemar menindas manusia.

• Ketiga, orang-orang yang bekerja, mencari nafkah, atau mendapat sponsor dengan memusuhi Islam. Kelompok ini termasuk “pencari kerja” yang paling busuk.

• ke empat, para penjajah yang memang ketakutan dengan kekuatan Islam yang bisa meruntuhkan praktik penjajahan mereka.

Semoga bangsa Indonesia bisa mengambil pelajaran dari semua yg terjadi.

(Kaka/berbagai sumber)
Foto: mustanir.com

Bagikan: