Cara Cermat Dan Efektif Renovasi Rumah

Jakarta, Beritainspiratif.com -Umumnya, sebagian dari kita banyak yang berpendapat bahwa renovasi itu lebih murah ketimbang membangun rumah dari awal, beli tanah kosong kemudian dibangun.

Padahal kenyataannya, dalam beberapa kondisi, renovasi bisa saja menjadi lebih mahal, apabila titik yang perlu diubah ada di banyak tempat.

“Kadang lebih mahal renovasi. Kalau bangun baru, kita free aja mau bikin ini di mana itu di mana. Kalau renovasi, kadang dinding ini enggak boleh diganti, ya. Tukang juga jadi lebih mahal,” kata Denny Setiawan, arsitek prinsipal dari Studio Denny Setiawan.

“Makanya pembeli dari awal harus mikirin persiapan nantinya pas beli di awal,” sambungnya.

Agar tak “kecele” saat renovasi, karena ternyata lebih banyak mengeluarkan biaya, tentu anda perlu memperhitungkan masak-masak kebutuhan dengan anggaran.

Kalau sudah mendapat rumah pas bujet dengan luas bangunan dan tatanan ruang yang sesuai, kita tentu tak perlu banyak melakukan renovasi nantinya.

Sebaliknya, bila kita tak menemukan rumah sesuai kebutuhan, ada baiknya kita mulai memikirkan opsi cadangan: membeli tanah kosong kemudian membangunnya pelan-pelan, dari awal.

“Ada pula konsep rumah tumbuh. Ini artinya membangun secara bertahap. Sedari awal sudah dipersiapkan lahan (untuk dibangun), kemudian membangunnya (bertahap) sesuai bujet yang kita punya. Tahap pertama misalnya bangun lantai dasar. Tapi udah dipersiapkan untuk lantai dua. Nanti kalau ada uang, tambahkan lagi. Tapi ini udah ada master plan-nya. Biasanya ini bisa beli tanah baru, nanti ada renovasi juga. Ini salah satu cara enggak buang-buang material,” beber Denny.

Menurut Denny, pertimbangan penting lain yang harus diambil sebelum memutuskan ingin  merenovasi rumah adalah tujuannya.

Apakah ingin menjadikan denah rumah sesuai keinginan dan kreativitas kita?

Apakah ingin menambah estetikanya, atau apakah ingin menambah beberapa ruang atau kebutuhan lain?

Semua ini harus anda putuskan, sebelum akhirnya mengambil opsi renovasi pasca membeli rumah jadi, dari developer ataupun rumah bekas.

“Pertama, kenapa harus merenovasi? Biasanya karena bujet terbatas. Kedua, karena kebutuhan tambahannya tidak banyak, jadi cukup direnovasi untuk menambah ruang. Kenapa direnovasi? Biasanya kita sudah tahu strukturnya kuat menampung beban di atasnya. Kalau sudah begitu, renovasi sudah sangat mungkin dilakukan,” terang Denny.

“Bujet sedikit, kebutuhan tambahan sedikit, silakan direnovasi,” imbuhnya.

Artinya, ketika harus menentukan dulu skala prioritas dengan benar.

Kalau kebutuhan renovasi hanya sedikit dan bujet memang terbatas untuk beli rumah jadi dan renovasi, tak perlu kita memikirkan opsi beli tanah kosong.

Selain itu, agar renovasi lebih tepat sasaran, anda bisa berkonsultasi langsung pada ahlinya, dalam hal ini, arsitek.

Tak perlu terburu-buru takut akan biaya tinggi yang akan kita keluarkan untuk konsultasi, karena arsitek tak langsung mematok harga bila hanya Anda ajak melihat kondisi rumah.

“Arsitek kalau mau diajak lihat rumah enggak bayar, kok. Tapi kita jadi sudah tahu dos and don’ts-nya dari awal. Arsitek bisa bantu kita memilih bujet juga,” saran Denny.

(Kaka)
Sumber: Nova.id
Ilustrasi: jogjarealty.com

Bagikan: