Bule Jerman Menarik Perhatian Orang, Naik Bajaj Keliling Sulawesi

Gorontalo – Sebuah bajaj sore itu melaju di antara puluhan kendaraan di jalan Desa Timuato, Kecamatan Telaga, Gorontalo.

Bajaj berwarna biru itu menyita perhatian beberapa warga desa. Selain karena bajaj tidak populer dibanding bentor (becak motor), warga juga tertarik melihat pengendaranya yang ternyata warga asing.

Dengan cekatan Simone Korn (38), pengemudi bajaj membelokkan kendaraan roda tiga itu ke pekarangan milik Harry and Mimin, sebuah homestay yang jadi tempatnya tinggal selama berada di Gorontalo.

Wisatawan asal Jerman itu baru saja mengajak beberapa jurnalis jalan-jalan menggunakan bajaj miliknya.

Simone Korn bercerita untuk pertama kalinya datang ke Indonesia pada awal Januari 2020. Ia yang senang bertualang kemudian tertarik untuk datang ke Makassar karena tertarik dengan pulau Sulawesi.

Ia pun awalnya berencana keliling Sulawesi menggunakan motor, tetapi cuaca yang kerap hujan membuat dirinya ragu.

“Apalagi barang bawaan tentu tidak menyenangkan berkendara dengan motor,” ujar dia dalam bahasa Inggris.

Setelah mencari kendaraan apa yang cocok, Simone akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah bajaj yang akan digunakan untuk berkendara mengelilingi pulau Sulawesi. Pilihan itu diambilnya karena selain ingin menikmati alam Sulawesi juga karena ingin berinteraksi dengan warga.

“Ya, aku ingin berkendara sendiri dan berinteraksi langsung dengan warga di Sulawesi,” dia menjelaskan.

Sebelum tiba di Gorontalo, Simone mengaku telah mengunjungi Ampana, Sulawesi Tengah. Dalam perjalanan diakuinya bajaj yang dikendarainya sering kali mengalami mogok. Namun, ia mengaku beruntung karena selalu ada warga sekitar yang datang membantu memperbaiki.

“Mereka baik dan selalu membantu saat bajaj saya mogok,” kata dia kutip Antara.

Simone mengaku dalam beberapa hari akan tinggal di Gorontalo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Manado, Sulawesi Utara yang menjadi akhir dari perjalanan bersama bajaj kesayangannya. Ia pun mengaku masih bingung apakah akan menjual bajajnya atau tidak sebelum kembali ke Jerman.

“Tapi saya berpikir, mungkin bajaj saya titipkan ke orang agar saya punya alasan lagi kembali ke Sulawesi,” dia mengatakan seraya tertawa.

Bagikan: