BPJS Naik, RSUD Kota Bandung Siap Optimalkan Pelayanan Kesehatan Kelas 3 dan 2

Bandung,Beritainspiratif.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bandung, siap melakukan antisipasi pelayanan kesehatan untuk kelas 3 dan 2. Hal itu dilakukan karena adanya tarif kenaikan 100 persen Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) pada 2020 mendatang yang diduga banyak dari masyarakat memilih menurunkan kelas pelayanan kesehatan.

“Sebetulnya hingga saat ini belum ada informasi yang datang kepada kami tentang pasien yang diduga banyak memilih turun kelas untuk pelayanan BPJS. Hanya saja jika itu pun terjadi Kami sudah siapkan pelayanan yang optimal,” ujar Direktur Umum (Dirut) RSUD,
dr. Exsenveny Lalopua di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, saat ini ada 232 tempat tidur dengan pembagian, untuk kelas 3 ada 108 atau sekitar 46 peesen dari total kamar, kelas 2 tersedia 91 tempat tidur, kelas 1 disediakan 16 tempat tidur, ruang VIP 2 tempat tidur, ruang VVIP 2 tempat tidur, ruang ICU dan ruang PICU 5 tempat tidur.

“Untuk kelas 3 sendiri sudah melebihi 30 persen, bahkan dengan adanya kenaikan tarif layanan BPJS dan dikhawatirkan adanya perpindahan kelas, kami sudah siap menambah dengan mengatur fasilitas yang ada,” jelasnya.

Bahkan, meskipun sampai sekarang ini pembayaran BPJS di RSUD belum di klaim oleh Pemerintah sebesar 40 Miliar untuk bulan Mei sampai dengan Oktober tahun ini. Pihaknya mengaku tetap melayani pasien BPJS dengan maksimal.

“Kami saat ini mengelola anggaran fasilitas pelayanan mandiri, Alhamdulillah Kami masih bisa bertahan sampai dengan Desember mendatang untuk pelayanan kesehatan. Klaim BPJS yang sudah dibayar baru sampai bulan April, bulan Mei sampai sekarang belum. Katanya mau dibayar akhir bulan ini dan kurang lebih 40 Miliar. Alhamdulillah sampai saat ini kami koordinasi BPKA dan semua terpantau, Kami punya kas efisiensi yang bisa digunakan tapi tidak menurunkan mutu.” jelasnya.

Lebih lanjut Exsenveny mengatakan, untuk pelayanan BPJS pihaknya akan terus mengoptimalkan salah satunya dengan mengatur akses tempat tidur yang ada.

“Prinsipnya semua harus melewati rujukan, karena masih banyak pasien yang tidak mau dirujuk,” tandasnya. (Mugni)

Bagikan: