Berikan Perlindungan Bagi Pekerja Migran, Jabar Akan Bangun Migrant Service Center

Bandung,Beritainspiratif.com- Pemerintah Daerah provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat, berkomitmen memberikan perlindungan kepada pekerja migran asal Jawa Barat. Bahkan kedepannya, perlindungan tidak hanya terbatas bagi warga Jawa Barat, tapi juga dari luar Jawa Barat.

Untuk itu akan dibangun Jabar Migrant Service Center (JMSC) dengan sistem navigasi. Gedung berlantai tujuh ini, akan dibangun mulai tahun 2020 berlokasi di kota Bandung.

“Jabar Migrant Service Center berfungsi memberikan layanan kepada warga negara Indonesia, yang menjadi pekerja migran,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat M. Ade Afriandi, pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di gedung Sate kota Bandung, Jum’at (4/10/2019).

Menurut Ade Afriandi, layanan Jabar Migrant Service Center, dimulai dari pra rekrutmen saat masih duduk dibangku SMA/ SMK hingga penelusuran minat.

“Bila mereka berminat jadi pekerja migrant akan diberikan pelatihan, sampai penempatan di negara tujuan dan kembali ke tanah air, semua dalam sebuah navigasi pemprov Jabar,” ujarnya.

Ade mengungkapkan selama ini banyak pekerja migran indonesia termasuk dari Jawa Barat, mengalami masalah dan kurang mendapat perlindungan. Hal itu dikarenakan mereka menjadi pekerja migran ilegal, dengan menggunakan visa kunjungan.

“Kami tidak punya data riil yang valid, karena mereka berangkat tidak pakai visa kerja tapi visa kunjungan. Sehingga ketika ada masalah susah ditelusuri, karena berangkatnya unprosedural. Belajar dari hal itu, lahirlah Jabar Migrant Service Center,” papar Ade.

Ade menjelaskan, dengan Undang – Undang yang baru, perusahaan penempatan tenaga kerja tidak boleh lagi melakukan perekrutan langsung.

Perekrutan calon pekerja migran dilakukan oleh pemerintah, secara digital dan masuk dalam sistem.

Perusahaan penempatan dan perusahaan di luar negeri sebagai user, dapat melihat data dalam sistem para calon pekerja by foto, by name, by address dan kompetensinya.

“Didalam sistem digital itulah, proses rekrutmen dilakukan,” pungkas Ade.

Berdasarkan data dari Disnakertrans Jawa Barat, pada tahun 2018 jumlah Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat sekitar 55 ribu orang. Sedangkan tahun ini sampai bulan Juli, yang berangkat jadi pekerja migran sekitar 30 ribu orang, dengan berbagai jabatan seperti manufaktur, nurse dan babysitter. (Ida)

Bagikan: