Asal Usul ‘Payung Geulis’

Bandung, Beritainspiratif.com – Fakta sejarah mengatakan ‘payung geulis’ sudah ada sejak masa penjajahan Belanda di Indonesia.

Seperti diceritakan Gemintang.com, bahwa ‘Payung Geulis’ mempunyai arti tersendiri khususnya di kalangan masyarakat Tasikmalaya.

Payung artinya alat untuk melindungi dari panas dan hujan sedangkan geulis artinya cantik. Jadi ‘payung geulis’ berarti payung cantik yang bernilai estetis.

Tidak hanya wanita saja yang bisa berdandan untuk tampil cantik. Payung yang satu ini pun didandani agar memiliki penampilan yang tak kalah menarik dengan si empunya.

Sayangnya payung ini hanya tidak bisa digunakan ketika hujan, karena payung ini terbuat dari kayu dengan penutupnya yang hanya dilapisi oleh kertas.

Tetapi dibalik kekurangannya, payung geulis ini merupakan kerajinan yang sangat dihargai.
Dulu payung geulis adalah kelengkapan mode Mojang Tasikmalaya. Bagi mereka yang mengenakan kebaya, rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran payung geulis ini.

Bahkan pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1926 dipakai oleh none Belanda.

Seperti dikutip dalam situs karyaseniindonesia.com, pengrajin ‘payung geulis’ pada umumnya para orang tua yang menguasai kerajinan secara turun temurun, seperti Mak Cicih, istri dari A. sahrod (Alm).

Saat ini nyaris hanya sedikit pengrajin yang masih menekuni pembuatan payung ini, ada sekitar empat unit usaha.

Para pengrajin ‘payung geulis’ berdomisili di Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.

Keunikan dari payung geulis sendiri terdapat pada lukisan bunga warna-warni yang mendekorasi keseluruhan lapisan payung. Lukisan tersebut dikerjakan secara manual oleh tangan-tangan para pengrajinnya. Tapi ternyata siapapun boleh menuangkan ekspresinya untuk melukis di payung geulis ini, tak terkecuali anda.

Di tangan para pengrajin ini, semua lukisannya benar-benar membuat payung terlihat cantik. Dengan berbagai motif dan warna yang cerah.

(Kaka)

Bagikan: