Antisipasi Penyebaran Covid-19: Inilah Proses Belajar Mengajar Secara Daring ala SBM ITB

Bandung, Beritainspiratif.com – Dalam merespon persiapan pembelajaran daring, sesuai anjuran pemerintah agar mahasiswa belajar dari rumah. Kesiapan universitas dengan memanfaatkan teknologi menjadi tantangan tersendiri, jika memandang bahwa Covid-19 ini sebagai ujian bagaimana kemampuan kampus menanggapi dan bagaimana kelincahan universitas dalam menerapkannya, salah satu contohnya Kampus SBM ITB.

“Sebagai smart campus, para dosen telah dibekali bagaimana metode penyampaian mengajar online atau daring dengan memanfaatkan platform pembelajaran digital”, ungkap Prof. Utomo Sarjono Putro, Wakil Dekan Bidang Akademik.

Untuk memastikan bahwa para dosen siap untuk merubah metode pengajaran, dari tatap muka menjadi daring, dilakukan persiapan dengan memberikan workshop Webinar untuk mengingatkan kembali penggunaan metode ini, bekerja sama dengan Direktorat Pengambangan Pendidikan ITB pada Senin, (16/3/2020) kemarin.

Wabah Corona Virus ini menyebabkan sejumlah kekhawatiran, khususnya kampus dianggap sangat rentan karena berkumpul sejumlah mahasiswa dalam jumlah yang besar.

“Selain gembar-gembor untuk mengajar dari jarak jauh, tentunya kualitas dan kesiapan dari tenaga pengajar menjadi masalah penting juga yang menjadi perhatian SBM ITB, walaupun kami yakin semua pengajar pasti bisa melakukan pengajaran online, karena ini bukan hal baru sekali, tapi tentunya dengan perbedaan generasi ini tidak semua tenaga pengajar nyaman, untuk itulah diperlukannya pembekalan agar semua tenaga pengajar mahir dalam mengelola kelas secara virtual dan untuk menjamin kualitas pengajaran,” tambah Utomo.

“Selain itu kami juga memfasilitasi sarana dan prasarana di Kampus MBA ITB untuk mengajar daring, bagi tenaga pengajar yang memiliki kendala akses dan jaringan”

Sementara itu, Wakil Dekan SBM ITB bidang Sumber daya, Prof. Aurik Gustomo menambahkan, “Tentunya kesuksesan pengajaran online atau alternatif apapun tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari semua pihak baik tenaga pengajar maupun tenaga kependidikan sebagai pendukung, kami optimalkan kerjasama ini.”

“Belum lagi kampus harus menjamin yang namanya assurance of learning untuk memastikan bahwa aspek-aspek pembelajaran tersampaikan, Kami saling bekerja sama untuk menerapkan hal ini.” tambah Aurik.

SBM ITB telah menetapkan pembelajaran daring mencakup perkuliahan, tutorial, mentoring, kuliah lapangan, seminar kemajuan. Kemudian pembimbingan tugas akhir, tesis, disertasi. Termasuk ujian proposal, ujian proyek akhir, ujian tesis, dan sidang tertutup.

Metode pembelajaran menggunakan berbagai platform, utamanya Google Classroom. Namun untuk kelas yang sudah menggunakan platform lain, bisa melanjutkannya.

Aurik menambahkan, “Bisa juga menggunakan platform pendukung lain untuk pembelajaran yang bersifat synchronous seperti video conference apps atau sosial media”.

Adapun kegiatan pembimbingan tugas akhir menggunakan platform bimbingan online di space.sbm.itb.ac.id, email dan platform daring lainnya.

Sedangkan untuk ujian proposal, ujian proyek akhir, ujian tesis, sidang tertutup menggunakan video conference yang dikoordinasi oleh program studi.

Bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan mengakses internet, seperti mahasiswa penerima Bidik Misi/Subsidi UKT 100 persen, Aurik menambahkan tidak perlu khawatir, karena SBM ITB akan menyediakan bantuan kuota internet maksimum 15 GB per bulan.

“Kami tetap bertanggung jawab bahwa pembelajaran daring ini harus mencakup pada semua kelompok mahasiswa, semua mahasiswa mendapat akses sehingga tidak ada kendala dalam pembelajaran”, tutup Aurik.

Yanis

Bagikan: