Bandung, Beritainspiratif.com - Universitas Pendidikan Indonesia memberi Gelar Doktor HC Kepada Kim Kwang Yong Gubernur Propinsi Gyeongsangbukdo  Korea Selatan.

Acara tersebut berlangsung di gedung Achmad Sanusi Kampus UPI, jalan Setiabudi Bandung, Selasa (8/5).

Pemberian gelar Doktor HC tersebut menurut Rektor UPI Profesor Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si, terkait kebijakan  olahraga yang berdampak positif terhadap perkembangan olahraga di Jawa Barat.

Asep mengatakan, Gyeongsangbukdo. Korea Selatan, merupakan salah salu provinsi yang unggul dalam bidang ekonomi, perdagangan dan industri sekaligus sebagai salah salu provinsi yang terus berkontribusi  menjadikan Korea Selatan berjaya dalam bidang olahraga.

"Melalui ketokohan dan kiprahnya, beliau melakukan berbagai upaya dan terobosan untuk memajukan bidang olahraga di negerinya. Selanjutya, pengalaman yang beliau miliki digunakan untuk pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga di lndonesia khususnya dan Jawa Barat," katanya.

Rektor berharap dengan dukungan dari Mr. Kim Kwan Yong dalam memajukan olahraga prestasi di Jawa Barat selama ini menjadi inspirasi bagi pengembangan bidang olahraga yang lebih luas.

Rektor juga mengajak kerjasama yang telah terjalin antara Gyeongsangbukdo Korea (Selatan) dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk komite olahraga dari kedua provinsi lebih meningkat lagi di masa mendatang,  khususnya untuk pengembangan beragam kegiatan dalam bidang keolahragaan yang berkaitan dengan aktivitas akademik.

Untuk program jangka panjang diusulkan agar Pemerintah  Gyeongsangbok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat konsep 'development through sport'  yang melibatkan Pemerintah Provinsi Gyeongsanbok-do dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Universitas Pendidikan lndonesia (UPI) yang didukung oleh perguruan tinggi seperti Gyeongsangbokdo dan komite olahraga kedua provinsi.

"Kerjasama yang dimaksud diprogramkan dalam rangka menjadikan olahraga sebagai instrumen pembangunan dengan mengetengahkan konsep 'development through sport' (pembangunan melalui olahraga) untuk menambah kemajuan bersama dalam berbagai bidang kchidupan," katanya.

Sementara itu menurut Kim, di antara 34 provinsi di Indonesia, Jawa Barat paling banyak melakukan pertukaran diberbagai bidang olahraga dengan negara lain salahsatunya Gyeongsangbukdo salah satu wilayah di Korea.

Dikatakan Kim Kwang Yong adanya  dukungan Gubenur serta jajarannya di Jawa Barat. Propinsi Gyeongsangbukdo dan

Provinsi Jawa Barat menandatangani MOU sejak tahun 2010, sehingga pertukaran pelatihan pelatih dan atlet, berlangsung hingga saat ini.

Hal inilah yang membawa Jawa Barat meraih Juara Umum setelah menunggu selama 55 tahun.

"Dari hal tersebut saya dapat melihat kekuatan dan potensi Jawa Barat," ujar Kim Kwan Yong.

Kim berharap dengan sebuah permulaan ini dapat menuliskan sejarah baru bahwa melalui pertukaran olahraga,  kerjasama dan persahabatan yang selama ini terjalin bisa berkelanjutan terutama antara Gyeongsangbukdo dan Jawa Barat.

Bahkan dengan  memanfaatkan Infrastruktur olahraga unggul yang dimiliki  Gyeongsangbukdo, dapat dilakukan  pertukaran olahraga yang berkualitas.

Gyeongsangbukdo sudah sendiri sudah pernah menyelenggarakan PON Korea sebanyak 4 kali dan sekarang sedang mempersiapkan PON Korea untuk tahun 2020 mendatang.

Hal ini terbukti dengan adanya pengalaman dan kompetensi dari  penyelenggaraan berbagai pertandingan intenasional seperti World Taekwondo Championship, World Universiade Horse Riding Championship dan Worid Army Sports Competition.

Selain itu Gyeongsangbukdo pun memiliki fasilitas untuk olahraga empat musim, diantaranya Uiseong International Curling Center, Yecheon lnternational Archery Field dan Mungyeong International Tennis Court.

Selain itu, Gyeongsangbukdo  sendiri sedang berusaha melakukan pertukaran bidang olahraga masyarakat dengan negara lain seperti Amerika, Cina, Jepang dan Rusia.

Hal yang sama juga ditandaskan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang hadir pada kesempatan tersebut.

Kang Aher berharap sebagai Kaka, karena Kemerdekaan Korsel yang hanya  berbeda tanggal dengan  Indonesia, Korsel merdeka tanggal 15 sementara Indonesia tanggal 17, diharapkan mampu membantu Indonesia dalam bidang olahraga dan yang lainnya.

Aher menambahkan, pertukaran olahraga ini bukan hanya dalam bidang peningkatan kemampuan bertanding saja tetapi dapat dilakukan penelitian di bidang 'sport science', sehingga hasil Pada waktu PON XIX tahun 2016, dari 9 cabang olahraga yang pemah dilatih oleh palatih Korea yaitu Judo, Taekwondo, Gulat. Tinju, Menembak, Anggar, Panahan, Sepatu Roda, menyumbang medali Emas sebanyak 64 buah (sekitar 30% dari jumlah keseluruhan medali emas Jawa Barat), Perak 27 buah, dan Perunggu 38

buah memberikan peluang yang bagus untuk memperpanjang kerjasama tersebut. (Dudy)