Bandung,Beritainspiratif.com-Bertempat di Bale Pasundan, Lantai 2 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, digelar  Seminar Model Bisnis Logistik Pangan Berbasis Teknologi Digital “Finding Uncontested Market For Digital Business in Food Logistik”, Kamis (12/4).

[caption id="attachment_7185" align="alignnone" width="150"] Karyawati BI Jabar, tengah berbelanja di lokasi Locarvest, Kamis (12/4)[/caption]

Seminar diselenggarakan oleh KPwBI Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan pihak Universitas Padjadjaran dihadiri sekitar ±225 orang undangan.

Undangan tersebut meliputi kalangan pemerintah daerah, pimpinan Bank Indonesia Jawa Barat, kelompok klaster/wirausaha binaan BI Jabar, peneliti, pengusaha logistik, dosen, mahasiswa, media dan narasumber dari Kementerian Informatika dan Komunikasi RI, Kementerian Perekonomian RI, dan beberapa CEO dari perusahaan star up, maupun media.

Berperan sebagai keynote speaker adalah Direktur Pemberdayaan Informatika – Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Slamet Santoso., SH dengan materi “Arah Kebijakan Pengembangan Ekosistem Nasional Bisnis Digital dan Implikasinya pada Logistik Pangan.”

Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk:

a.     Menghimpun, memadukan dan mengkoordinasikan berbagai kebijakan, pemikiran dan praktek terbaik mengenai pengembangan sistem logistik pangan berbasis teknologi digital  untuk membangun kemandirian dan daya saing bangsa b.    Membuat peta jalan (roadmap) riset di bidang rantai pasok dan logistik pangan nasional yang bersifat mono disiplin, multidisiplin dan transdisiplin yang menghasilkan berbagai luaran seperti teori dan atau metodologi baru, prototipe, model, rekayasa sosial dan kebijakan, praktek terbaik serta publikasi ilmiah.

c.     Meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam membuat model bisnis logistik pangan berbasis teknologi digital.

d.  Membuat policy brief pengembangan sistem logistik pangan berbasis teknologi digital sebagai masukan bagi pemerintah.

Seminar ini dibuka Dekan FE dan Bisnis, Universitas Padjadjaran Yudi Aziz, S.Si., SE., S.Sos., M.T., Ph.D dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Doni P. Joewono.

Dalam sambutannya Doni menjelaskan perlunya sistem logistik yang didukung dengan teknologi finansial dalam menentukan daya saing sektor pertanian khususnya di era teknologi digital seperti saat ini.

Dengan adanya sistem logistik dalam sektor pertanian ini, dengan menerapkan prinsip ekonomi berbagi (sharing economy) diharapkan memberikan peluang yang selama ini tidak terdapat dalam bisnis pangan konvensional.

Penyelenggaraan seminar ini merupakan momentum bagi KPwBI Provinsi Jawa Barat untuk melakukan inovasi pengembangan klaster dan UMKM khususnya dalam inovasi agricity logistics dan marketing dengan menggandeng perusahaan star up bernama Locarvest.

 

Bersamaan dengan diresmikannya Locarverst ini, Bank Indonesia berharap kehadiran locarvest di tengah masyarakat nantinya dapat menjawab tantangan sektor pertanian di jaman era digital ini dengan tujuan agar kesejahteraan petani dapat meningkat sehingga roda perekonomian Jawa Barat dapat bergerak lebih cepat.

locarvest adalah unit usaha yg berperan sbg distributor.

fungsinya sebagai pemotong jalur distributor dari petani yg biasa jual ke tengkulak .

locarvest menerima penjualan dari petani kemudian dijual ke pasar dan super market. (Yanis)