KAB. BANDUNG- Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja meresmikan fasilitas Poliklinik BPJS dan Rawat Inap Kelas 3 RSUD Al-Ihsan, Kabupaten Bandung.

Setiawan menuturkan, peresmian fasilitas pelayanan kesehatan tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas RSUD Al-Ihsan menuju rumah sakit rujukan berstandar internasional.

“Al-Ihsan sebagai RS (milik) Provinsi Jabar ini harus bisa berbenah dengan baik dan kesempatan ini harus diraih. Jadi kami meminta Al-Ihsan ke depannya ingin dijadikan seperti tourism hospital kurang lebih. Jadi kalau kita bicara health care, mendingan ke Al-Ihsan,” tuturnya.

“Tadi saya keliling, di bagian perawatan pasien BPJS ini semuanya menghadap ke pemandangan dan sinar mataharinya masuk. Jadi itu salah satu keunggulan yang ada di sini,” sambungnya.

Baca Juga: Negara Prancis Tertarik Belajar Penanganan Covid-19 di Kota Bandung

Setiawan mengatakan, RSUD Al-Ihsan merupakan rumah sakit yang mengelola pasien BPJS terbaik. 98 persen pasien yang dilayani di RSUD Al-Ihsan adalah peserta BPJS dan JKN/Askes. Ia pun meminta seluruh jajaran direksi dan tenaga medis agar lebih mengembangkan tata kelola dan kualitas SDM-nya.

“Terkait tata kelolanya, bisnis prosesnya harus kita sempurnakan lagi. Kalau bisnis prosesnya sudah sempurna, lalu diisi oleh SDM yang tepat,” ucap Setiawan, saat meresmikan fasilitas Poliklinik BPJS dan Rawat Inap Kelas 3 RSUD Al-Ihsan, Kab. Bandung, Selasa (02/11/2021)

“Kalau dua hal ini bisa dipenuhi, artinya Al-Ihsan bisa kompetitif. Dan kami berharap bahwa Al-Ihsan ini salah satu RS yang bisa diandalkan dari sisi kompetitifnya,” imbuhnya.

Menurut Setiawan, pihaknya akan terus memantau dan memfasilitasi segala kebutuhan RSUD Al-Ihsan dalam pengembangannya. Hal ini, menjadi wujud nyata komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat dalam membesarkan RSUD Al-Ihsan sebagai rumah sakit rujukan terbaik.

“Semua fasilitas dan apapun yang dibutuhkan kami terus pantau dan memfasilitasi itu. Kita melihat kalau memang kita berkomitmen bahwa ini akan jadi RS rujukan, artinya segala konsekuensinya harus kita dukung,” katanya. 

(Ida)

Baca Juga:

DKI Jakarta Level 1, Inilah Daftar PPKM JAWA BALI hingga 15 November

Rute Damri yang Ditutup, Diisi oleh 6 Unit Armada Angkutan TMB

BPOM Terbitkan Izin, Vaksin Sinovac Dapat Diberikan Anak Usia 6-11 tahun

Indonesia Masuk Negara dengan Kategori Level 1 COVID-19

Inilah 58 Ilmuwan Indonesia yang Masuk Daftar Top 2% Berpengaruh di Dunia

Kumandangkan Adzan Serentak, Wali Kota Bandung Luncurkan Aplikasi Gemar Kiblat