Bogor, Beritainspiratif.com - Dr Deden Derajat Matra, Dosen Fakultas Pertanian IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikultura meneliti mangga kasturi (Mangifera casturi). Mangga kasturi merupakan mangga endemik sekaligus flora khas yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan. 

Dosen IPB University itu menyebut, The International Union for Conservation of Nature's (IUCN) menetapkan mangga kasturi sebagai tanaman langka di habitat aslinya (extinct in the wild). 

“Buah ini mempunyai keunikan karena bentuknya kecil, berwarna keunguan dan harum wanginya seperti istilah kasturi, yang mempunyai wewangian kuat,” ujar Dr Deden Derajat Matra.

Lebih lanjut, Dr Deden mengaku, dirinya telah memulai riset buah lokal sejak 2018 dengan pendanaan INSINAS. Saat itu, ia mulai mengumpulkan jenis buah-buahan khas Kalimantan Selatan salah satunya mangga Kasturi. Dalam penelitiannya itu, Dr Deden berkolaborasi dengan Hanif Wicaksano, salah satu penggiat dan pelestari buah lokal Kalimantan Selatan yang pernah mendapat penghargaan KALPATARU. 

Baca Juga: Jelang Konferensi Pemuda Asia-Afrika 2021: AYO BANGKIT PARA PEMUDA...!!!

Ketertarikannya pada mangga Kasturi yang tinggi, Dr Deden berhasil mengidentifikasi jenis buah ini secara komprehensif. Identifikasi tersebut dilakukan menggunakan teknologi molekuler terkini dan telah terbit pada jurnal internasional bereputasi Scientific Reports (Nature Publishing Group). Penelitiannya itu mendapat pendanaan Penelitian Dasar Unggulan Perguruan Tinggi (PDUPT).

Berdasarkan marka mikrosatelit dan DNA barcoding, kata Dr Deden, empat jenis kasturi yang telah dikenal masyarakat yaitu Kasturi, Cuban atau Mawar, Pelipisan, dan Pinari. Jenis ini secara jelas pengelompokan dan keragaman genetiknya. 

Keragaman genetik mangga ini, lanjutnya, merupakan hasil persilangan antar spesies dan terjadi secara berulang yang diduga dari jenis Mangifera indica dan M. quadrifida. “Persilangan antar spesies di alam dapat terjadi dengan menghasilkan keragaman tinggi dan dapat dilacak silsilahnya dengan DNA fingerprinting, salah satunya dengan marka mikrosatelit,” tambah Dr Deden.

Selain itu, analisis genomik, mahasiswa bimbingan Dr Deden telah mengidentifikasi profil metabolit sekunder dengan GCMS dari keempat jenis Kasturi tersebut. Hasil identifikasi tersebut telah dipresentasikan pada Seminar Internasional ICoBio 2021.  

Baca Juga: PPKM LEVEL 2, Inilah Aturan dan Perbedaan Level-nya

Dr Deden mengaku, buah mangga Kasturi ini membuat tertarik salah satu organisasi konservasi yaitu ORG.one untuk mensekuen genom tanaman yang berpotensi mengalami kepunahan. Sekuen genom tersebut dilakukan dengan teknologi long read sequencing dari Oxford Nanopore Technologies dengan memberikan pendanaan in kind berupa flowcell MinIon. 

Terkait sekuen genom tersebut, Dr Deden menjelaskan, akademisi IPB University yang pertama dan telah memulai mengerjakan sekuen genom tanaman kehutanan dengan teknologi sequencing ini dari grup Prof Iskandar Z Siregar, dimana Dr. Deden termasuk dalam tim tersebut serta telah terbit di jurnal internasional bereputasi BMC Research Notes. 

“Proses sequencing telah selesai dan pengolahan data awal untuk didepositkan pada database DNA internasional ENA (European Nucleotide Archive),” pungkas Dr Deden Drajat Marta seperti dilansir laman resmi IPB University. 

(Yanis)

Baca Juga:

Level 2 PPKM: 99 Kelurahan di Kota Bandung Nol Kasus Covid-19

Kota Bandung Level 2, Inilah Daftar PPKM JAWA BALI Hingga 1 November

Tim ITB Temukan Fakta Keberadaan Hewan Purba di Waduk Saguling

Daftar Lengkap PPKM Level 1 - 3 Se-Indonesia Hingga 1 November

Bukti Pembayaran Pajak, Stiker Hologram Akan Ditempel di Kendaraan

Ikon Wisata Baru, Bogor Bakal Ada Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Dokumen Hilang, Begini Cetak Sendiri Akta Kelahiran, KK, dan Akta Kematian