Bandung, Beritainspiratif.com - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar upacara wisuda gelombang III Tahun 2021 secara daring (dalam jaringan) dan luring (luar jaringan), pada Rabu (13/10/2021).

Upacara wisuda yang dibuka oleh Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, diikuti 3.985 lulusan dari kampus Bumi Siliwangi dan kampus daerah Tasikmalaya, Sumedang, Cibiru Purwakarta dan kampus Serang.

Mereka terdiri atas lulusan jenjang D3 (Diploma) 80 orang, S1 (Sarjana) 3.324 orang, lulusan S2 (Magister) 477 orang lulusan jenjang S3 (Doktor) 104 orang.

Secara daring para lulusan mengikuti wisuda melalui aplikasi zoom dan live TVUPI Digital pada laman www.tv.upi.edu serta live streaming pada laman di rumah masing-masing, dipandu langsung oleh panitia dari Gedung Ahmad Sanusi kampus Bumi Siliwangi jalan Setiabudhi kota Bandung.

Sedangkan upacara wisuda secara luring dengan jumlah prosesi dan peserta dibatasi, mengikuti Peraturan, Ketentuan dan Standar Protokol Kesehatan Pemerintah Republik Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Baca Juga: Panglima TNI Naikan Pangkat 60 Pati, Termasuk Wakasau - Dankodiklat

Ketua Majelis Wali Amanat UPI Jendral TNI (Purn) H. Agum Gumelar dalam sambutannya menyampaikan tiga pesan kepada para wisudawan.

Pertama, Agum Gumelar mengingatkan lulusan UPI harus memiliki jiwa semangat nasionalisme, suatu sikap cinta kepada bangsa, bangga terhadap bangsa dan negeri, rela berkorban untuk bangsa dan negara, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

"Tanpa nasionalisme, sebuah bangsa tidak akan menjadi bangsa yang besar," tuturnya.

Kedua, tambah dia dalam menghadapi perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat dan merubah peradaban manusia, harus cepat beradaptasi. Dan suasana juga akan semakin kompetitif, semakin sarat dengan persaingan. Jadi yang harus diciptakan adalah daya saing bangsa.

"Kalau terlambat kita akan dikalahkan yang cepat. Kalau dulu ada istilah yang besar makan yang kecil, tapi sekarang ini yang cepat akan mengalahkan yang lambat," ungkapnya.

Ketiga, pembangunan ini akan berhasil bila dilaksanakan di tengah bangsa yang disiplin. Disiplin itu adalah kepatuhan masyarakat terhadap setiap peraturan/hukum yang berlaku. Law abiding citizen, law abiding society.

"Nasionalisme, sumber daya manusia yang berdaya saing, dan disiplin. Itu saya rasa yang sangat relevan bagi bangsa ini, untuk menghadapi tantangan ke depan," ungkapnya.

Sementara itu Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin mengatakan prosesi wisuda hybrid secara luring dan daring ini, juga diiringi dengan dimulainya pembelajaran tatap muka di Kampus UPI Bumi Siliwangi.

"Sekarang sudah dimulai, ya sesuai dengan kesiapan masing-masing. Jadi sekarang itu banyak kelas-kelas yang hybrid. Hybrid itu di kelas ada sebagian, sebagian luring," tutur Solehuddin.

Ia juga menyampaikan kesiapan UPI ke depan untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Walau begitu, UPI akan tetap mengembangkan pembelajaran secara hybrid, yaitu kombinasi luring dan daring.

"Walaupun sudah siap luring, pembelajaran hybridnya tetap kita kembangkan. Karena sekarang itu, banyak juga mahasiswa yang membutuhkan layanan seperti itu, " ujarnya.

"Jadi mereka -mereka yang jauh di sana ingin ikut kuliah di UPI, kan bisa sekarang pakai teknologi," ujar Solehuddin.

Lulusan Terbaik

Pada kesempatan itu Rektor memberikan penghargaan dan ucapan selamat kepada lulusan terbaik berdasarkan masing-masing jenjang.

Untuk jenjang Doktor (S3) lulusan terbaik Ina Yulianti dari Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan dengan IPK 4,00 cumlaude.

Lulusan terbaik jenjang Magister (S2) diraih oleh Yohannes dari Program Studi Pendidikan Matematika dengan IPK 4,00 cumlaude.

Lulusan terbaik jenjang Sarjana (S1) diraih oleh Bella Dharma Fitri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK 3,97 cumlaude.

Lulusan terbaik jenjang Diploma (D3) diraih oleh Muhammad Fauzan Firdaus dari Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis dengan IPK 3,82 cumlaude.

Untuk lulusan terbaik berdasarkan fakultas Ina Yulianti dari Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (S3) SPS dengan IPK 4,00 cumlaude, Maximus Tamur dari Program Studi Pendidikan Matematika (S3) FPMIPA dengan IPK 3,92 cumlaude, Yohannes dari Program Studi Pendidikan Matematika (S2) FPMIPA dengan IPK 4,00 cumlaude, Baeihaqi dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (S2) FPIPS dengan IPK 3,99 cumlaude, Trisna Nugraha dari Program Studi Pendidikan Dasar (S2) SPS dengan IPK 3,98 cumlaude, Riska Welis dari Prpgram Studi Pendidikan Jasmani (S2) UPI Kampus Sumedang dengan IPK 3,92 cumlaude, Fani Safitri dari Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis (S2) FPBS dengan IPK 3,91 cumlaude, Bella Dharma Fitri dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) FIP dengan IPK 3,97 cumlaude, Sandra Tresnayadi dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (S1) FPIPS dengan IPK 3,95 cumlaude, Rossy Andini Herindra Putri dari Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (S1) FPMIPA dengan IPK 3,94 cumlaude. Erlina Handayani dari Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) FPBS dengan IPK 3,93 cumlaude.

Lulusan terbaik berdasarkan fakultas afalah Aam Amarulloh dari Program Studi Pendidikan Akuntansi (S1) FPEB dengan IPK 3,92 cumlaude, Muhamad Abdul Azis dari Program Studi Pendidikan Seni Musik (S1) FPSD dengan IPK 3,92 cumlaude, Puspa Nur Ayda dari Program Studi Pendidikan Tata Busana (S1) FPTK dengan IPK 3,91 cumlaude, Citra Bahadur Hanum dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) UPI Kampus Sumedang dengan IPK 3,90 cumlaude, Burhanudin dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) UPI Kampus Serang dengan IPK 3,89 cumlaude, Neneng Widya Sopa Marwa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) UPI Kampus Tasikmalaya dengan IPK 3,87 cumlaude, Dikdik Najmu Ramadan dari Program Studi Ilmu Keolahragaan (S1) FPOK dengan IPK 3,84 cumlaude, Yubena Abigail Serewati Tambunan dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) UPI Kampus Purwakarta dengan IPK 3,82 cumlaude, Mia Kaniawati dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1) UPI Kampus Cibiru dengan IPK 3,74 cumlaude, Muhammad Fauzan Firdaus dari Program Studi Survey Pemetaan dan Informasi Geografis (D3) FPIPS dengan IPK 3,82 cumlaude dan Doni Fajar Ramadhan dari Program Studi Teknik Mesin (D3) FPTK dengan IPK 3,81 cumlaude.

(Adi)

Baca Juga:

Kawasan Wisata Legendaris 'Rindu Alam' Puncak akan Dihidupkan Kembali

Studi Tiru ke GBK, Pemkot Ingin Optimalkan Sarana Olahraga di Kota Bandung

KEREN, Inovasi Layanan Jemput Bola Disdukcapil Kota Bandung Masuk 45 Besar

Pemerintah Arab Saudi Buka Kembali Umrah untuk Jemaah Indonesia

10 Jenis Vaksin Covid-19 di Indonesia yang Telah Diterbitkan EUA dari BPOM

Pengurus FK KIM Kota Bandung 2021-2024 Dilantik, Ini Pesan Wali Kota