Kota Bandung, Beritainspiratif.com - Dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) Ke-211 yang jatuh pada tanggal 25 September 2021, Pemerintah Kota Bandung menggelar Bandung Beresih Jilid 3.

Titik lokasi Bandung Beresih Jilid 3 ini mencakup dua lokasi yakni di Alun-Alun Bandung dan sepanjang jalan Sukajadi dengan titik kumpul Graha Sukajadi. Kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh unsur Pemerintahan, OPD, dan kewilayahan (Kecamatan/Kelurahan), dengan melibatkan unsur PKK, Karang Taruna, LPM, FKS, Forum RW, RW, RBM, WPA, Pokja Literasi, Bunda Paud dan anggota Gober.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengawali Beresih Bandung Jilid 3 dengan membersihkan kawasan Alun-Alun Bandung, Selasa (21/9/2021).

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana berserta Ketua Forum Bandung Sehat (FBS), Siti Muntamah dan Wakil Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar juga turut bergabung membersihkan kawasan Alun-Alun.

"ASN bersama-sama dengan masyarakat, serta komunitas, kita melaksanakan Bandung Bebersih. Ini dilaksanakan serentak di semua taman di Kota Bandung dan semua wilayah di kecamatan, kelurahan sampai ke tingkat RW," ucap Oded.

Oded menaruh harapan besar kegiatan Beresih Bandung ini tidak hanya bersifat insidentil. Namun menjadi budaya yang melekat dalam keseharian masyarakat Kota Bandung.

"Kegiatan ini bukan hanya dilaksanakan ketika merayakan HJKB. Tetapi harus menjadi konsen kita bersama setiap waktu. Adapun hari ini merupakan stimulus kegiatan. Menjadi energi untuk kita semua agar terus beberesih. Agar visi Bandung nyaman terus kita upayakan," jelasnya.

Tonton: Video Beresih Bandung Jilid 3 di Kewilayahan

Oded mengatakan, Bandung Beresih adalah upaya untuk menghadirkan visi Bandung Nyaman. Yakni dengan menciptakan lingkungan bersih, sekaligus menjadi menjaga kesehatan masyarakat.

Tak lupa, Oded juga menitipkan kepada masysarakat Kota Bandung agar tidak hanya bersolek secara fisik saja. Namun, gerakan Bandung Beresih juga bisa turut dimaknai untuk menata kondisi spiritual dan psikologis yang bersih.

"Bukan hanya bersih secara fisik yang utama kelihatan, tapi tolong bersih batin ini yang harus kita persipan bersama. Kalau sudah bersih lahir dan batin, insyaallah siapapun yang ada tinggal dan datang akan semringah melihat Kota Bandung," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Forum Bandung Sehat, Siti Muntamah. Menurutnya, kegiatan Bandung Beresih harus menjadi gerakan masif hingga mengakar sebagai sebuah rutinitas masyarakat Kota Bandung.

"Suatu kebahagiaan masyarakat diajak bersama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," ucap Umi (sapaan akrab, red).

Untuk itu, Umi akan berkolaborasi menggerakan semua potensi organisasi dan komunitas guna menyemarakan Beresih Bandung Jilid 3 ini. Bahkan, rencananya akan melaksanakan kegiatan bersih-bersih hingga puncak HJKB.

"Ini adalah kegiatan yang diutamakan untuk bersih-bersih di lingkungan masing-masing. Di tingkat kota ada 6 lokus di 30 kecamatan, dan 151 kelurahan, dengan merangkul semua masyarakat," ujarnya.

"Khusus FBS dan PKK berkomitmen, mulai hari ini sampai 25 September bersepakat membersihkan lingkungan masing-masing," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Pemkot Bandung juga mendapat bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT San Central Indah (SCI) berupa cat. Yakni terdiri dari 300 kaleng bervolume 25 kilogam warna abu, 5.000 kaleng warna putih, dan 5.000 kaleng warna hitam.

Baca Juga: SBM ITB: Pembangunan Pabrik Baterai Akan Dorong Permintaan Kendaraan Listrik

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna menyatakan, semua potensi di level kewilayahan digerakan agar Bandung Beresih Jilid 3 terlaksana hingga ke pelosok daerah. Jadi bukan hanya dilakukan di pusat kota saja.

"Atas arahan Pak Wali dan Pak Wakil saya sudah membuat edaran bahwa seluruh Camat di Kota Bandung bahwa jalan protokol di wilayah kerjanya masing-masing itu melakukan pengecatan crub (trotoar), median jalan, itu hitam putih semua harus bersih," kata Ema.

Terlepas dari gebyar pelaksanaannya menjelang HJKB, Ema mengungkapkan, komitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan akan tetap dipegang sebagai rutinitas.

"Itu harus jadi kebiasaan. Ini hanya momentum saja. Artinya momentum ini harus kita jaga selamanya kalau Bandung ini ingin berdaya saing, ingin memiliki kompetensi dan daya tarik yang bagus. Kalau sudah memiliki itu menjadi sebuah kota yang baik disenangi orang datang dan dibanggakan orang yang tinggal," katanya.*

(RV)

Baca Juga:

Inilah 4 Lokasi Mie Kocok Ter-enak di Kota Bandung

Guru Besar UGM: Minum Kopi Potensial Cegah Paparan Covid-19

PPKM Diperpanjang Hingga 4 Oktober, Jawa - Bali Tidak Ada Level 4

PT KAI Buka Lowongan SMA hingga S1 Berbagai Formasi

Unik, Kembar Andani-Andari Wisudawati UNAIR Sejak TK Selalu Satu Sekolah