Bandung, Beritainspiratif.com -

Di beberapa tempat atau mesjid, ada sedekah yang biasa dilakukan setiap hari Jum'at. Nasi Jum'at...ya, nasi Jum'at biasanya diberikan kepada muslim yang telah selesai melakukan sholat Jum'at.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri di kalangan jamaah mesjid khususnya, terutama anak-anak.

Sedekah makan siang 'gratis' ini akan semakin berkah bila menjadi sebab mempererat tali ukhuwah Islamiyyah.

Memasak untuk orang lain merupakan amal kebaikan yang sangat dicintai Alloh serta terdapat fuqoro bagi jamaah yang melaksanakan sholat Jum'at.

Sedekah 'Nasi Jum'at' sebenarnya telah ada pada zaman Nabi Shallahu' Alaihi Wassalam.

Disebutkan dalam Shahihain, dari Abu Hazim Radhiyallahu 'Anhu, dari Sahal Radhiyallahu 'Anhu berkata,

قَالَ كُنَّا نَفْرَحُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ قُلْتُ وَلِمَ قَالَ كَانَتْ لَنَا عَجُوزٌ تُرْسِلُ إِلَى بُضَاعَةَ قَالَ ابْنُ مَسْلَمَةَ نَخْلٍ بِالْمَدِينَةِ فَتَأْخُذُ مِنْ أُصُولِ السِّلْقِ فَتَطْرَحُهُ فِي قِدْرٍ وَتُكَرْكِرُ حَبَّاتٍ مِنْ شَعِيرٍ فَإِذَا صَلَّيْنَا الْجُمُعَةَ انْصَرَفْنَا وَنُسَلِّمُ عَلَيْهَا فَتُقَدِّمُهُ إِلَيْنَا فَنَفْرَحُ مِنْ أَجْلِهِ وَمَا كُنَّا نَقِيلُ وَلَا نَتَغَدَّى إِلَّا بَعْدَ الْجُمُعَةِ

“Kami sangat gembira bila tiba hari Jum’at.” Saya (Abu Hazim) bertanya kepada Sahal: “Mengapa demikian?” Jawabnya:  “Ada seorang nenek tua yang pergi ke Budha’ah -sebuah kebun di Madinah- untuk mengambil ubi dan memasaknya di sebuah periuk dan juga membuat adonan dari biji gandum. Apabila kami selesai shalat Jum’at, kami pergi dan mengucapkan salam padanya lalu dia akan menyuguhkan (makanan tersebut) untuk kami. Itulah sebabnya kami sangat gembira. Tidaklah kami tidur siang dan makan siang kecuali setelah jumat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain sejumlah nilai kebaikan ada pada sedekah 'Nasi Jum'at' ini, hal ini bisa dijadikan sarana dakwah bagi jamaah khususnya dan kaum muslimin umumnya sebagai nutrisi jasmani dan rohani.

(Kaka)