San Fransisco, Beritainsinspiratif.com - Dilansir dari Live Science dan Quartz, Asisten Profesor Eksplorasi Bumi dan Ruang Angkasa di Arizona State University dan anggota NASA Sea Level Change, Manoochehr Shirzaei menyebutkan level dataran terus turun sementara permukaan air laut naik. Dengan begitu, air akan lebih jauh ke daratan.

Shirzaei dan rekan-rekannya menganalisis pengukuran interferometik berbasis satelit dari ketinggian sejak tahun 2007 hingga 2011.

Pengukuran ini dapat mengetahui dan mendeteksi secara tepat perubahan ketinggian air laut.

Berada di tepi Teluk San Fransisco, Bandara Internasional Dan Fransisco menjadi kawasan yang beresiko dan terancam tenggelam.

Tim menemukan sebagian besar area pantai tenggelam 2 mm per tahun. Daerah yang mengalami kenaikan air paling cepat adalah kawasan yang dibangun di atas tempat pembuangan akhir. Misalnya Treasure Island saat ini tenggelam sekitar 12 hingga 20 mm per tahun.

Seperti diberitakan idntimes., area beresiko tinggi lainnya adalah San Fransisco International Airport (SFO). Mengingat bandara ini dibangun di atas tempat pembuangan akhir.

Sekitar 200 ribu penerbangan setiap tahunnya mendarat di landasan pacu yang bertengger di tepi perairan Teluk San Fransisco.

Penelitian ini menyebutkan, pada tahun 2100, setengah dari landasan pacu akan berada di bawah air. Sejumlah kota dan daerah lainnya juga diprediksi tenggelam pada tahun 2100.

Kota Foster yang terletak di pinggir kota antara San Fransisco dan San Jose pun beresiko tinggi.

Sebuah studi yang diterbitkan pada November 2017 di PLOS One menemukan sekitar 13 ribu situs arkeologi di AS termasuk pemukiman Inggris tertua akan tenggelam pada 2100 karena perubahan iklim.

Bahkan sebuah penelitian pada Jurnal Science Advances yang dirilis 7 Maret lalu menemukan , jika ketinggian air laut Dan Fransisco dan tepi Pantai California meningkat tajam akibat perubahan iklim.

(Kaka)