Majalengka, Beritainspiratif.com - Apa menu sarapan calon bupati nomor 1? Pertanyaan itu tiba –muncul di grup Whatsapp (WA) yang anggotanya antara lain belasan awak media Majalengka, pada Rabu malam (21/3).

Si pengirim pertanyaan menyertakan foto diri, tangan kirinya menyangga mangkuk, tangan kanan memegang sendok. Di akhir pesan ia menulis : “Jawaban ditunggu sampai pukul 20.00 WIB.”

Begitulah cara Maman Imanulhaq, ‘bercanda’ dengan para wartawan. Kuis berhadiah uang pulsa itu pun langsung direspon anggota grup. Sampai kuis ditutup, ada sebelas jawaban tapi hanya satu yang tepat: bubur kacang ijo.

Maman Imanulhaq dekat dengan para wartawan sejak dulu, jauh hari sebelum ia ikut dalam kontestasi Pilkada Majalengka. Saking dekatnya hubungan itu, dalam perbincangan di grup WA kadang terasa cair, tak ada jarak . Dari diksi yang dipilihnya, tampak Maman Imanulhaq sengaja menempatkan diri sejajar, setara layaknya teman, dengan para juru warta.

Para awak media antusias mengikuti kuis itu, tentu bukan lantaran tetarik hadiahnya. Ambil bagian dalam kuis, bagi mereka ada kesayikan tersendiri : melebur dalam canda, guyon, sekaligus keguyuban.

Kang Maman, demikian calon bupati Majalengka termuda itu biasa disapa, terus merawat keharmonisanya dengan watawan. Belakangan, sekurang - kurangnya dua pekan sekali ia menggelar konperensi pers  untuk menyampaikan banyak hal, utamanya yang menyangkut Pilkada.

Ia tak membatasi media yang hadir. Baik yang pro maupun kontra terhadap dirinya dipersilahkan datang.

"Karena prinsipnya media itu harus netral, indepedensi wartawan jangan pudar hanya karena Pilkada," ujar Kang Maman.

Tapi jangan dikira temu media itu berlangsung serius, formal, tertib dan rapi. Yang sudah berlangsung selama ini, konperensi pers  digelar di rumah makan.

Tak disiapkan tempat duduk khusus buat Kang Maman. Ia bisa duduk dimana ia suka. Para wartawan mengelilinginya, sehingga mantan anggota DPR RI tak perlu bicara dengan pengeras suara.

Kalau dikatakan ada yang serius, itu tak berlangsung lama. Misalnya ketika Kang Maman memaparkan ide, gagasan, pandangan serta imbauannya. Selebihnya, mulai sesi tanya-jawab sampai acara bubar, lebih banyak diwarnai senda gurau.

Pernah suatu kali, pengawal pribadi Kang Maman terheran – heran melihat sang calon bupati berpamitan meninggalkan restoran seusai temu media. ‘’Mohon ijin, pamit Pak Bupati,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu kepada salah seorang wartawan, sambil terkekeh.

Mendengar ucapan Kang Maman, semua yang hadir pun tertawa ngakak.