Bandung, Beritainspiratif.com - Camat Cibiru, Didin Dirkayuana mengatakan lima warganya positif Covid-19. Kelima warga tersebut terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Menurutnya, dua diantaranya merupakan tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit, satu orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bandung, dan sisanya adalah pegawai swasta.

"Jadi kalau yang sekarang 5, ada yang tenaga medis, ada ASN ada yang swasta. Tapi kami melakukan tracing dengan kontak erat, melakukan swab di Puskesmas. Karena memang satu komplek ada 4 RW, yang terpapar di 2 RW," ujar Didin saat dihubungi via telepon Kamis (10/9/2020).

Baca Juga:Tinjau-korban-kebakaran-cicendo-wali-kota-bandung-minta-warga-berhati-hati

Didin mengungkapkan, kebutuhan pasien selama isolasi mandiri akan dipenuhi oleh warga. Warga berkomitmen untuk bergotong royong membantu pasien.

"Nanti kebutuhannya dipasok dari warga,"ucap Didin.

Didin mengaku saat ini pihaknya mengurungkan niat untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), mengingat keluarga yang bersikap kooperatif saat dilakukan tracing.

"Tadi malam kami mengadakan rapat dengan RT/RW dan warga di Vijaya Kusuma. Apakah memang harus ada PSBM, karena keluarga memang sudah kooperatif sementara tidak melakukannya. Tapi pengawasan gugus tugas tingkat RW," katanya.

Lebih lanjut Didin mengatakan, keluarga yang melakukan kontak erat sudah melakukan uji usap atau swab test, kendati hingga saat ini hasilnya belum keluar.

"Siap isolasi mandiri, keluarganya kooperatif. Ada yang 5 orang, 8 orang, ada 3 orang. Jadi mulai kemarin sudah di swab tapi belum ada hasilnya. Nanti kalau sudah ada hasilnya baru dirundingkan dengan warga," ungkapnya.

Baca Juga:ASN kota-bandung-positif-covid-19-bertambah-jadi-189-orang

Sementara itu, Didin juga menceritakan bahwa salah satu warga yang dinyatakan positif akan menggelar pernikahan pada Sabtu. Pernikahan tersebut terpaksa harus ditunda sampai dinyatakan terbebas dari Covid-19.

"Pernikahannya hari Sabtu, hari kamis itu mendapat kabar (positif Covid-19). Kami dari gugus tugas sepakat untuk ditunda termasuk dari KUA. Untuk ditunda sampai selesai secara mental juga ga bagus,"pungkasnya.

(Mugni)