Bandung, Beritainspiratif.com - Tim penelitian uji klinis vaksin Covid-19, Fakultas Kedokteran, Universitas Padjajaran (Unpad) mempercepat uji klinis vaksin kepada relawan dengan harapan pada Oktober mendatang sudah menghasilkan laporan. Selanjutnya pada Januari 2021 vaksin covid-19 ditargetkan bisa diproduksi secara massal.

"Kita akan melakukan percepatan dengan menambah frekuensi pemeriksaan para sukarelawan. Yang tadinya dalam satu tempat penelitian itu dimulai jam 11:00 Wib tapi kita minta dua kali jam 11:00-15:00 Wib, jadi kita dua kali lipatkan, jadi selesainya lebih cepat," ujar Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19, Prof Kusnandi Rusmil di Puskesmas Garuda, Jalan Dadali Kota Bandung Selasa (25/8/2020).

Baca Juga:Sejumlah-pengelola-bioskop-kota-bandung-ajukan-relaksasi

Sebelumnya, uji vaksin dilakukan kepada 20-25 relawan per hari di satu titik lokasi. Namun, saat ini ditambah menjadi 50 orang relawan perhari. Sehingga kata dia, Oktober mendatang dapat menghasilkan laporan dan akhir tahun dapat produksi vaksin covid-19.

"Jadi 50 orang per hari, diharapkan Oktober sudah bisa bikin laporan sehingga pada akhir tahun ini kita bisa produksi vaksin," ungkapnya.

Menurutnya, percepatan uji klinis vaksin dilakukan karena saat ini obat covid-19 belum ditemukan, banyak masyarakat yang terpapar virus tersebut. Sehingga, uji klinis vaksin tetap berjalan hingga Maret 2021 mendatang, namun dipercepat dan difokuskan kepada 540 relawan tahap pertama.

"Tetap jalan sampai akhir Maret (penelitian) tapi pada awalnya untuk 540 relawan dulu," katanya.

Baca Juga:Hari-ini-ridwan-kamil-jalani-penyuntikan-pertama-vaksin-covid-19

Ia menambahkan, sebanyak 110 telah divaksin covid-19 dan akan bertambah menjadi 220 orang yang telah terdaftar untuk disuntik.

Pasca penyuntikan terhadap belasan relawan, menurutnya, tidak terdapat keluhan yang dirasakan relawan.

"Kayaknya happy-happy aja jalan-jalan kemana-mana, tidak ada keluhan malah saya telepon biasa saja malah lagi jalan-jalan tapi itu tetap dipantau semuanya,"ucap Rusmil.

Selain itu, pihainya juga  menyambut positif Gubernur Jabar, Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi yang mendaftarkan diri menjadi relawan uji klinis. Menurutnya, para petinggi Jabar tersebut memberikan contoh kepada masyarakat bahwa vaksin diperlukan agar terhindar dari covid-19.

"Positif saya, saya senang sekali kenapa, karena memberi contoh pada masyarakat Jawa Barat bahwa vaksin ini memang sewajarnya harus ada sehingga masyarat Jabar sehat semuanya tidak ada yang kena Covid," katanya.

Lebih lanjut Kusnandi mengatakan, apabila uji klinis berhasil maka produksi vaksin akan dilakukan PT Biofarma dengan menggunakan bahan baku yang dibuat sendiri.

"Tentu akan di pilih bahan dasarnya yang ada disini (Indonesia). Vaksin merah putih juga sama dari virus yang dimatikan juga,"pungkasnya.

(Mugni)