Majalengka, Beritainspiratif.com – Kandidat bupati Majalengka, Maman Imanulhaq, menggunakan pendekatan budaya ketika berkampanye di Dusun Cikoneng , Desa Heuleut, Kecamamtan Kadipaten, Rabu (14/3). Ia berbaur bersama warga, makan bareng dengan mereka, dalam tradisi “ngaliwet.”

 

‘Ngaliwet’ adalah tradisi warisan leluhur yang masih dijalankan di beberapa daerah di Tanah Sunda. Warga memasak nasi dan lauk secara gotong royong lalu menyantapnya rame – rame.

 

Menariknya, nasi dan aneka lauk tidak di taruh di atas piring atau mangkuk, namun diletakkan diatas gelaran daun pisang. Lauknya pun sederhana seperti tahu ,tempe, urap, pete dan jengkol.

 

Menurut Maman Imanulhaq, belakangan para relawan pendukungnya memang kerap mengadakan ‘ngaliwet’ untuk mendekatkan diri ke warga yang dikunjunginya.

“Ada Anggota DPRD dari PKB Suheri yang tiap malam menenteng ayam jago untuk disembelih di acara ‘ngaliwet,” kata Kang Maman, sapaan akrabnya.

 

Kang menuturkan, makan bersama dalam suasana guyub dulu juga dijalaninya ketika menuntut ilmu di pesantren.

 

“Ngaliwet sekarang dilakukan di posko –posko relawan yang terus bermunculan untuk memenangkan Maman -Jefry,” katanya.

 

Terinspirasi dari tradisi ‘ngaliwet’, Kang Maman akan membuat program sarapan bareng bagi siswa Sekolah Dasar (SD) utamanya yang berasal dari keluarga tak mampu, jika nanti memimpin Majalengka.

 

“Dengan sarapan, fisik dan pikiran anak – anak menjadi kuat,” katanya.

 

Dia memastikan program sarapan bareng akan memberi asupan gizi yang baik bagi anak-anak.

 

“Sehinga generasi mendatang adalah generasi yang sehat, kuat dan cerdas,”ujar calon Bupati yang diusung PKB , Gerindra, PAN ,PKS dan Nasdem Itu.

(Yones)