Bandung, Beritainspiratif.com - Ketua Tim Uji Klinis Fakultas Kedokteran Universitas Pajajaran (Unpad) Kota Bandung Prof. Kusnandi Rusmil mengatakan, uji klinis vaksin sinovac dari cina hingga saat ini masih belum mendapatkan izin dari Komite Etik.

Oleh karena itu, pendaftaran relawan masih belum dibuka meski sudah terdapat beberapa instansi yang mengajukan karyawannya menjadi relawan dalam penelitian tersebut.

Baca Juga:Wali-kota-berikan-penghargaan-kepada-29-anggota-tim-prabu-polrestabes-bandung

"Komite akan rapat, (izin) belum keluar. Komite etik terdiri dari bermacam-macam unsur dari biomolekuler, fakultas kedokteran, hukum. Tujuannya melindungi tim penelitian agar tidak salah dalam melakukan tindakan," katanya di Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana Senin (27/7/2020).

Kusnandi mengatakan, keberadaan komite etik mendorong agar penelitian uji vaksin bagus. Selain itu, anggota penelitian tidak terjadi apa-apa.

Untuk pengawasan akan dilakukan selama uji vaksin oleh tim dari Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Katanya, pihaknya membutuhkan relawan sebanyak 1.620 orang dimana ke depan tiap sehari 20-25 orang di puskesmas akan disuntik.

Sementara itu, Manager Penelitian Lapangan Fakultas Kedokteran Unpad, Eddy Fadliana mengatakan, pihaknya berharap penelitian sudah bisa dimulai pada awal Agustus untuk memastikan keamanan vaksin. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari vaksin covid-19.

"Hari ini dapat (izin) komite etik, kita akan sosialisasi di tiap puskesmas dan koordinasi dengan muspika dan membagikan leaflet dan dialog ke masyarakat,"katanya.

Menurutnya, masyarakat sudah banyak yang menelepon dan mengajukan diri menjadi relawan. Namun, pihaknya belum membuka pendaftaran sebab izin belum keluar dari komite etik.

"Saat ini sudah banyak masyarakat (mengajukan diri) dari telepon yang masuk tapi kita belum mencatat karena belum ada izinnya. Dari rumah sakit dan perusahaan BUMN," katanya.

Eddy mengatakan, para relawan yang akan diuji klinis akan dilengkapi buku catatan untuk mencatat perkembangan kesehatannya. Pihaknya juga akan memantau relawan tersebut tiap bulan.

"Jadi setiap dia sakit apapun itu harus dicatat dan berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Kami ada tim survailance menelepon subjek nya kondisinya gimana, sehat enggak. Kalau sakit dirawat dimana dan minum obat apa. Nanti di akhir penelitian kita akan tahu manfaat vaksin,"jelasnya.

Lebih lanjut Eddy mengatakan, masyarakat yang ingin mendaftar dipersilahkan namun tidak boleh terdapat paksaan. Penelitian uji vaksin ini diharapkan selesai Desember dan secara keseluruhan pada Maret hingga April 20201 mendatang.

Menurutnya, sebelum disuntik maka akan dilakukan terlebih dahulu swab tes atau rapid tes untuk memastikan relawan tersebut terinfeksi covid-19 atau tidak.

Mugni