Cirebon, Beritainspirasi.com - Antisipasi banjir di Kota Cirebon, Pemerintah Daerah Kota Cirebon meminta berbagai elemen terutama kawasan komersil membuat resapan air lebih banyak.

 

Resapan berfungsi untuk menyimpan air sehingga tidak melimpah keluar sehingga terjadi banjir.

Menghadapi bahaya banjir terutama di kawasan Jalan DR Cipto Mangunkusumo, PJS Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik, rapat bersama instansi terkait dan pengusaha di rumah dinas Walikota, Minggu (11/3).

 

Dedi mengatakan penanganan cepat harus dilakukan termasuk untuk antisipasi banjir.

“Kami meminta untuk areal komersil di jalur utama Kota Cirebon wajib membuat resapan.

Buatlah biopori yang banyak sehingga tanah yang ada ikut menyerap air mengalir. Kami melihat banyak bangunan komersil yang menutup seluruh tanahnya,” ungkap Dedi.

 

Dedi menambahkan resapan air sangat diperlukan sehingga air tidak secara keseluruhan mengalir ke sungai. Sungai yang dimiliki sekarang juga banyak diganggu oleh bangunan yang masuk ke daerah aliran sungai (DAS). Akibatnya sungai tidak dapat menampung apalagi ditambah banyaknya sampah.

Pantas bila kemudian hujan datang air cepat memenuhi saluran sehingga pada daerah padat dan rendah seperti Jalan DR Cipto Mangunkusumo terkena banjir.

 

Pengadaan biopori diharapkan dapat membantu mengurangi dampak banjir maupun kemarau.

Hal senada diungkapkan Asisten administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Yoyon Indrayana yang mengatakan sebagian besar lokasi usaha minim biopori.

 

Padahal dahulu di kawasan Jalan DR Cipto Mangunkusumo menjadi daerah resapan.

“Pelaku usaha harus ikut berperan untuk membuat resapan atau biopori. Sisihkan lahan usaha untuk membuat resapan sehingga air tidak semua ke sungai,” ungkap Yoyon.

Yoyon menambahkan 40-60 persen dunia usaha harus memiliki biopori sehingga banjir dapat dikurangi. Selain itu pelaku usaha ikut membantu menangani banjir dengan membuat saluran agar tetap bersih. Kemudian membantu membersihkan saluran yang ada di sekitar lokasi tempat usahanya.

Dukungan diungkapkan General Manager Gramedia, Thomas untuk membuat biopori di kawasan dunai usaha. Pihaknya meminta Pemerintah Daerah Kota Cirebon yang menginisiasi sehingga semua pelaku usaha melakukan hal yang sama.

“Kami sudah menerapkan syarat untuk membuat bangunan yang seperti diajukan oleh Dinas terkait,” kata Thomas.

Sementara Komandan Kodim 0614 Kota Cirebon, Letkol Inf. Heri Rustanto menyatakan perlu penanganan komperhensif melibatkan semua pihak menagani persoalan banjir. Salah satunya adalah pemanfaatan air sehingga bukan menjadi bencana.

“Penanganan yang baik bukan hanya menyelamatkan warga ketika musim penghujan tapi juga musim kemarau. Caranya dengan pembuatan biopori seperti yang diungkapkan PJS Wali Kota Cirebon,” tandasnya. (Charles)