Bandung, Beritainspiratif.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Ridwan Kamil, meninjau Mobile Combat COVID-19 dari PT Inti Dharma Global Indo di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).

Mobile Combat COVID-19 ini memiliki metode yang lebih sederhana dari Biosafety Level-2 (BSL-2) dan BSL-3, namun tetap memiliki tingkat akurasi pengetesan sesuai standar.

Ridwan Kamil mengatakan mobil PCR keliling tersebut mampu memberikan hasil pengetesan dalam waktu 40 menit , sehingga diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan Jabar terhadap penyebaran COVID-19.

“Mudah-mudahan kemudahan (fasilitas pengetesan) ini bisa memperkuat kewaspadaan Jawa Barat selama proses Adaptasi Kebiasaan Baru," ujarnya.

"Dan kami akan mencoba menghitung (biaya) untuk kita beli alat PCR portabel, sehingga ke depan kita punya aset pengetesan di level kota/ kabupaten,” tuturnya.

Baca Juga:PLN Layani Juga Laporan Stand Meter Setiap tanggal 24 -27

Jabar sambung Emil sapaan Ridwan Kamil sedang mengejar testing (pengetesan), tracing (pelacakan), dan trust (kepercayaan) dari warga terutama dalam kegiatan Adaptasi Kebiasan Baru (AKB).

Kehadiran mobil keliling untuk pengetesan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) ini pun, menjadi salah satu upaya Jabar untuk mengejar rasio pengetesan COVID-19 dan jumlah warga di angka 300 ribu orang.

Hingga kini, sudah dilakukan pengetesan terhadap 65 ribu orang melalui metode PCR dan 158 ribu orang lewat Rapid Diagnostic Test (RDT).

“Jawa Barat sedang mengejar sebanyak-banyaknya testing, tracing, dan tentunya mendapatkan trust dari warga bahwa selama AKB jumlah rasio penduduk Jawa Barat yang dites banyak,” tandas Emil.

Baca Juga:Band Neo Jibles Mirip Koes Plus

Sementara itu, CEO PT Inti Dharma Global Indo Aswar Wahab menjelaskan, Mobile Combat COVID-19 memiliki empat alat pengetesan PCR portabel yang mampu memeriksa 250 sampel per hari. Kelebihan lainnya, alat tes PCR buatan Korea Selatan yang dimiliki memiliki tingkat akurasi hingga 99,99 persen.

Aswar juga berujar bahwa mobil tersebut sudah beroperasi di Jabar pada Sabtu, 20 Juni lalu, saat operasi gabungan pengetesan wisatawan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, oleh Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar.

Dalam operasi gabungan tersebut, Mobile Combat COVID-19 terlibat dalam pengetesan lanjutan warga yang reaktif dari hasil tes darah melalui RDT.

(Ida)