Bandung, Beritainspiratif.com - Anggota Badan Anggaran DPRD provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady menyatakan, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Barat tahun 2020 tidak akan tercapai. Hal itu diakibatkan anggaran dipangkas untuk penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

"Secara keseluruhan, target RPJMD Jawa Barat tahun 2020, tidak akan tercapai," kata Daddy dalam rilisnya, Senin (4/5/2020).

Politisi senior partai Gerindra ini menandaskan, pergeseran anggaran untuk menangani Covid-19, berpengaruh besar terhadap capaian target indikator Kinerja Utama (IKU) maupun Indikator Kinerja (IK) Dinas.

Dicontohkannya, bila alokasi untuk Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) dikurangi, besar kemungkinan angka kemantapan jalan di Jawa Barat tidak akan tercapai.

Demikian pula bila anggaran untuk penggarapan Daerah Irigasi tuntas dipangkas, kondisi jaringan tidak mengalami perbaikan sehingga air juga tidak akan terdistribusi dengan optimal ke sawah-sawah.

Akhirnya, kemandirian pangan Jabar tidak akan terwujud, akibat intensitas tanam tidak naik.

"Walhasil, nilai tukar petani (NTP) tak akan naik. Maka, petani kita tambah susah," ucap Daddy.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelontorkan dana sekitar Rp18 triliun, untuk penanggulangan Covid-19. Di dalamnya termasuk dana untuk pembelian alat kesehatan, terutama alat pelindung diri, dana untuk jaring pengaman sosial/bansos, dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Dari mana anggaran Rp18 triliun didapat, tentunya dengan
pemangkasan atau pengurangan program/ kegiatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jabar,” katanya.

(Ida)