Bandung, Beritainspiratif.com - Anggota DPRD provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady mengkritisi kebijakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang berencana memotong gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemprov Jabar.

Masalahnya, kata Daddy banyak ASN yang SK pengangkatannya sebagai ASN dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit di bank, sehingga gaji yang diterima tersisa sedikit.

"Karena itu saya berharap jangan asal potong," ujar Daddy di Bandung, Selasa (31/3/2020).

Daddy mengungkapkan dana yang terkumpul dari hasil pemotongan tersebut, masih terkait dengan langkah-langkah penanggulangan merebaknya Covid-19 di Jawa Barat.

Pihaknya lanjut Daddy belum mengetahui berapa dana yang dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat.

"Kan sudah dialokasikan Rp 5 triliun. Bahkan, untuk tahap lanjutannya disiapkan Rp 13 triliun. Sayangnya, kami di DPRD belum tahu secara rinci peruntukannya. Bahkan, sumber dana yang digeser peruntukannya untuk itu pun belum dibahas," ucap Daddy.

Ia mengingatkan bila dana masih kurang juga (dana untuk menanggulangi Covid-19), jangan lantas asal potong gaji ASN.

Kebijakan potong-memotong gaji lanjut Daddy, memang bukan yang pertama kalinya dilakukan di Jabar. Beberapa tahun lalu juga pernah dilakukan dalam konteks yang berbeda.

"Idealnya, memang pemotongam gaji ASN harus dikaji secara matang. Secara sederhana, kita lihat-lihat dululah. Tanya dulu ASN yang bersangkutan. Tidak bisa juga lantas asal potong. Kita juga tahu, dalam kondisi seperti ini, mereka butuh bekal untuk menghadapi situasi selama /work from home/ (WFH), ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra tersebut.

(Ida)