Jakarta, Beritainspiratif.com - Pemerintah menunjuk Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, sebagai juru bicara penanganan virus corona (Covid-19), pada Selasa (3/3/2020).

Penunjukan itu dilakukan setelah sehari sebelumnya Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif terinfeksi virus corona.

Penunjukan juru bicara khusus ini dilakukan agar informasi yang diberikan kepada masyarakat tidak simpang-siur.

Dikutip dari katadata.co.id berikut adalah Profil dari Achmad Yurianto:

  • Achmad Yurianto lahir di Malang, 11 Maret 1962.
  • Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga 1990
  • Yurianto memulai kariernya sebagai dokter militer sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987
  • Empat tahun kemudian, 1991 ia ditugaskan menjadi Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali.
  • Pernah menjalani misi sebagai dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan di Dili, Timor Timur pada 1991.
  • Pada 2006, Yurianto diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira Bandung, Jawa Barat.
  • 2008, atau Dua tahun kemudian, ia menjadi Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang.
  • Pada 2009, ia menjadi Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon, Maluku.
  • 2011, Dua tahun kemudian ia dipromosikan menjadi Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI.

Karier Yurianto di Kementerian Kesehatan dimulai pada 2015. Ia diminta oleh Menkes Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes.

Ia beberapa kali turun langsung ketika terjadi bencana alam, antara lain gempa bumi di Lombok pada Juli 2018, gempa bumi dan tsunami di Palu pada September 2018, serta tsunami Selat Sunda pada Desember 2018.

Sejak pertengahan 2019, Yurianto dipercaya menjadi Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan. ***