Beritainspiratif.com - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) secara resmi menetapkan Archandra Tahar sebagai Komisaris Utama perseroan.

Arcandra sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM menggantikan IGN Wiratjama Puja sebagai Komisaris Utama PGN.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan RUPSLB ini diadakan untuk membahas pergantian Komisaris Utama sesuai dengan arahan Kementerian BUMN.

"Keputusan pergantian Komisaris Utama ini merupakan keputusan mutlak pemegang saham yang dihasilkan dari pemungutan suara sebanyak 19.250.099.262 lembar saham yang tergabung dalam PGN. Dengan bergabungnya pak Arcandra ini diharapkan dapat memperkokoh kinerja dewan komisaris, direksi dan manajemen PGN," ujarnya di Jakarta, Selasa (21/1/2020) kutip Antara.

Adapun Arcandra mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin dan bertugas di PGN.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada para pemegang saham dan kepada semua pihak yang sudah mempercayakan saya menjadi Komisaris Utama, saya akan memberikan semua usaha saya yang tentunya dibantu oleh kerjasama teman-teman untuk membangun PGN lebih baik," ujarnya.

Adapun susunan Komisaris dan Direksi PGN yang baru adalah sebagai berikut.  

Dewan Komisaris

Komisaris Utama: Arcandra Tahar

Komisaris: Lucky Alfirman

Komisaris: Mas'ud Khamid

Komisaris Independen: Paiman Rahardjo

Komisaris Independen: Christian H Siboro

Komisaris Independen: Kriwodarman

Dewan Direksi

Direktur Utama: Gigih Prakoso Sowarto

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis: Syahrial Mukhtar

Direktur Infrastruktur dan Teknologi: Redy Ferryanto

Direktur Komersial: Dilo Seni Widagdo

Direktur Keuangan: Arie Nobielta Kaban

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum: Desima E Siahaan

Profil Arcandra

Dilansir Wikipedia Indonesia, Ir. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. (lahir di PadangSumatra Barat10 Oktober 1970; umur 49 tahun) adalah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, sebelumnya dia adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Juli 2016  hingga 15 Agustus 2016. Ia menggantikan Sudirman Said yang diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo dalam perombakan kabinet pada tanggal 27 Juli 2016. 

Arcandra menyelesaikan S-1 di Teknik Mesin ITB (masuk tahun 1989) dan kemudian bekerja di Andersen Consulting. Selanjutnya ia mengikuti kuliah S-2 di Texas A&M UniversityAmerika Serikat hingga selesai.

Arcandra kemudian kembali melanjutkan pendidikan S-3 di Amerika Serikat. Setelah itu, ia menjadi konsultan di berbagai perusahaan internasional.

Arcandra memiliki peran dalam negosiasi dan keberhasilan Presiden Joko Widodo menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, dengan memutuskan eksplorasi harus dilakukan secara onshore dan bukan offshore.

Arcandra memiliki hak paten tentang desain offshore di Amerika Serikat.

Riwayat pekerjaan

  • Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center: 1997–2001
  • Technical Advisor Noble Denton: 2000
  • Peneliti Technip Offshore: 2001–2006
  • Hydronynamics Lead FloaTec LLC: 2006–2007
  • Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System: 2007–2009
  • Principal Horton Wison Deepwater: 2009–2013
  • Presiden Petroneering: 2013–2016[8]
  • Menteri ESDM Indonesia: 27 Juli 2016–15 Agustus 2016



Yanis