Bandung,Beritainspiratif.com - Sebanyak 110 Patriot Desa, diterjunkan ke desa-desa terpencil di Jawa Barat. Mereka adalah lulusan D3, S1 dan S2, yang terpilih dari 3005 pelamar untuk bekerja didesa selama satu tahun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Dedi Supandi mengatakan, ke 110 Patriot Desa ini akan ditempatkan di desa-desa yang belum memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan desa yang sudah memiliki BUMDes tapi tidak aktif.

Dari 5312 desa yang ada di Jawa Barat, masih ada 746 desa yang belum memiliki BUMDes dan beberapa desa di perbatasan dengan provinsi lain yang sudah memiliki BUMDes tapi tidak aktif.

"Tahun 2018 kan ada progran One Village One Company (OVOC), satu desa satu perusahaan. Ada 746 desa yang belum memiliki BUMDes. Nah 96% Patriot Desa ini akan kita tempatkan disitu, 4% lagi di desa yang BUMDesnya belum aktif," kata Dedi pada acara Jabar Punya Infornasi (Japri) di gedung Sate kota Bandung, Kamis (28/11/2019).

Menurut Dedi tugas Patriot Desa adalah menggali dan memanfaatkan potensi desa, agar beralih ke sektor riil, sehingga bisa menopang dan membentuk BUMDes.
Pada awal tahun 2020, ditargetkan seluruh desa sudah memiliki BUMDes atau perusahaan.

"Tapi itu bukan final. Kita akan buat regulasi level atau tingkatan perusahaan di desa. Level perusahaan di desa bermacam-macam, ada yang dalam aspek pemasaran hanya lokal desa, yang lain level kecamatan tapi ada juga yang sudah regional,"ujarnya.

Pada kesempatan yang sama DR Tri Mumpuni, tenaga ahli dari Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan menuturkan, sebelum diterjunkan pemuda/ pemudi Patriot Desa ini mengikuti pelatihan selama 45 hari mulai 15 Oktober hingga 28 November 2019.

Mereka dibekali untuk memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi kejuangan, keteknisan, membangun desa bersama masyarakat dan kompetensi keikhlasan.

"Program ini duharapkan mampu mewujudkan Jabar juara lahir bathin dan memakmurkan desa, seperti harapan Gubernur (Ridwan Kamil) dalam janji kampanyenya saat Pilgub," ucap dia. (Ida)