Cirebon,Beritainspiratif.com - Musim kemarau yang berkepanjangan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, sudah hampir lebih dari 2 bulan, masyarakat di beberapa Kecamatan di Kabupaten Cirebon kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Seperti yang terjadi di wilayah Utara seperti Kecamatan Suranenggala dan juga Kecamatan Kapetakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, masyarakat harus rela mengeluarkan sejumlah uang.

Ditemui beritainspiratif.com, Selasa (26/11/2019) kepala desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, kabupaten Cirebon, H Moch Carkim, mengatakan kalau warga desanya ini sudah mengalami kesulitan air bersih sejak 1 bulan silam.

"Mayoritas penduduk kami adalah pelanggan PDAM, jadi karena daerah pesisir, jadi kami tidak ada sumur atau bor air, dan saat musim kemarau ini air PDAM jarang keluar," ujar Carkim.

Dikatakan Carkim, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat biasanya membeli air dengan kisaran sekitar 20-25 ribu per dirigen nya.

"Untuk satu keluarga biasanya masyarakat mengeluarkan uang sebesar Rp 50-75 ribu perhari untuk membeli air, karena kami juga jarang sekali mendapat bantuan dari pihak manapun," katanya.

Carkim juga meminta kepada pihak terkait untuk segera mengantisipasi dampak kekeringan yang melanda masyarakat nya ini, agar masyarakatnya tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

"Kami sudah melaporkan kondisi masyarakat kami yang mengalami kekurangan air bersih ini, dan sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya," tambahnya. (Dekur)