Indramayu, Beritainspiratif.com - Berapa kali saya ke Indramayu untuk sekedar wisata, reuni sekolah atau keperluan lainnya, selalu diusahakan untuk bisa mampir di Rumah Makan Panorama Karangsong Indramayu, dan kunjungan ulangan pun untuk satu urusan saya lakukan pada Sabtu, (26/10/2019).

Lokasinya yang berada ke arah menuju pantai laut dan menuju tempat pelelangan ikan sangat mudah mencarinya. Belum lagi jika kita menyusuri sungai di Karangsong Indramayu menuju pantai kita akan menjumpai sentra pembuatan kapal atau perbaikan kapal nelayan.

Di sekitar rumah makan Panorama pantai laut Karangsong Indramayu inilah asal muasal Gombyang Manyung menjadi kuliener yang sangat dikenal, terutama para penggemar ikan, karena pengolahan kepala ikan jambal roti menjadi gombyang.

Dari catatan disejumlah website lokal Indramayu dan cerita kecil dari pelayan rumah makan Panorama, Karangsong Indramayu, disebutkan jika Gombyang Manyung ini muncul karena banyaknya limbah kepala ikan jambal roti yang dibuang atau dihargai sangat murah, hanya 2.500 rupiah per kilogramnya pada waktu itu.

Sejak sekitar tahun 2006 para penjual mulai memanfaatkan kepala ikan manyung untuk diolah jadi makanan enak. Kepala ikan dibumbui pindang sehingga menu ini dikenal dengan nama Pindang Gombyang.

Nama gombyang dalam bahasa setempat berarti ukurannya besar. Kepala ikan manyung yang disajikan memang besar, sehingga harus dibelah. Satu porsi ikan manyung yang disajikan adalah setengah dari kepala ikannya.

Kepala ikan manyung perlu dikukus atau direbus sebelum dibumbui. Setelah itu, kepala ikan manyung diberi bumbu utama seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, asam Jawa, tomat, dan cabe rawit. Mirip dengan kepala kakap pada sajian kuliner di masakan Rumah Makan Padang. Tetapi tentunya ada rasa yang berbeda.

Menikmati Ikan Gombyang Manyung di Rumah Makan Panorama, terutama di saat liburan dan akhir pekan, ratusan pengunjung datang berdesakan baik warga Indramayu sendiri maupun dari luar kota yang harus antri menanti ikan gombyang.

Lokasi RM Panorama Karangsong Indramayu cukup luas baik buat pengunjung maupun parkir serta musholla yang bersih.

Saat ini rumah makan ini telah dilakukan renovasi menjadi lebih cantik dan pengunjung pun bisa memilih lokasi makan apakah didalam rumah makan atau memilih lebih santai di saung-saung yang dibangun diatas kolam ikan. Ada puluhan saung ukuran kecil dan juga besar, yang dapat digunakan untuk rapat sekaligus makan siang.

Luasnya rumah makan ini membuat pelayan harus menggunakan alat komunikasi HT untuk berkomunikasi dengan bagian dapur dan pemesanan menu. Meski demikian, pelayan sangat cepat merespon keinginan pelanggan yang datang.

Untuk bisa mencicipi gombyang kas Panorama, pengunjung harus rela menunggu sedikitnya setengah jam sejak memesan. Biasanya selain memesan gombyang, makanan khas pantai seperti udang bakar, cumi tepung atau ikan bakar plus cah kangkung juga dapat dipesan.

Saat tiba dimeja, meski disajikan dalam piring berukuran besar, ternyata banyak juga pengunjung yang memesan untuk dimakan sendiri. Sehingga dalam satu meja makan, bisa ada dua hingga tiga piring gombyang.

Dan saat dicicipi, meski ukuran kepala ikan manyung dalam satu porsi besar, tidak cukup jika dibagi berdua. Rasanya yang gurih, pedas sedikit asam dengan daging yang kenyal, tidak cukup satu porsi untuk dibagi berdua. Dinikmati dengan nasi panas, rasanya sungguh nikmat.

Uniknya setiap satu porsi yang disajikan ukurannya tidak sama, ada yang besar ada juga yang kecil. Sehingga harga menu ini pun tidak sama, antara 45 ribu hingga 60 ribu untuk ukuran kepala ikan yang paling besar.

Kepala manyung memiliki tulang –tulang yang keras. Batok kepala ikan ditutupi dengan daging tebal yang kenyal tak sungkan untuk “dicoel” langsung dengan tangan. Insang pada ikan pun ternyata nikmat untuk disantap, tidak ada rasa amis sedikitpun pada sajian manyung di Panorama. (Yanis)