Bandung,Beritainspiratif.com - Kota Bandung di nobatkan sebagai kota termacet ranking ke 14 di Asia versi ABD (ASIA Development Bank), Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menganggap kemacetan tersebut merupakan dampak dari aktivitas penduduk di luar Kota Bandung.

Menurutnya, saat ini Kota Bandung berpenduduk 3,7 juta siang hari, pada malam hari 2,5 juta.

"Jadi ada 1,5 juta penduduk luar Kota Bandung yang melakukan aktivitas di Kota Bandung sehingga kemacetan dari satu hal yang akan terjadi,"ucap Yana di Balai Kota Bandung Jalan Wastukencana, Senin (7/10/2019).

Menanggapi hal tersebut, Pemkot Bandung terus berupaya mengurai kemacetan, salahsatu cara yang dilakukan ialah rekayasa jalan. Sebab pelebaran jalan di nilai tidak memungkin lagi.

"Tapi karena memang kita juga aga sulit melakukan pelebaran jalan sehingga rekayasa jalan menjadi salah satu pilihan kami untuk mengurai kemacetan,"kata Yana.

Selain itu, penambahan pembangunan fly over yang terus dimasifkan oleh pemkot saat ini.

"Kemudian Insha Allah tahun ini juga kami sudah mebangun fly over di Jalan Ahmad Yani dan Gatot Subroto,"jelasnya.

Lebih lanjut Yana mengatakan, titik pembangunan fly over selanjutnya ialah di Jalan Soekarno Hatta, dan akan dipastikan mulai tahun 2020.

"Naik dari sebelum terminal leuwi panjang melewati persimpangan Cibaduyut naik ke atas melewati persimpangan Kopo dan turun sebelum Suryani,"paparnya.

Saat ini belum bisa dieksekusi, lantas menurutnya terkendala pembebasan lahan namuh sudah 95% dan tahun ini sudah teranggarkan 5% untuk pembebasan lahan tersebut.

"Sehingga kontruksi Insya Allah tahun depan bisa terlaksana,"tandasnya.

Yana mengatakan, selain di jalan soekarno-hatta, pemkot juga akan membangub fly over di Pasteur melintasi Suryasumanteri.

"Insha Allah mengurai kemacetan yang terjadi di daerah Pasteur,"tuturnya.

Pemerintah Kota juga akan membangun Fly Over lagi di Suekarno-Hatta dari sebelum persimpangan Kiaracondong melewati persimpangan Suekarno-Hatta turun di Batununggal. Menurutnya, pembebasan lahan di wilayah tersebut masih 50 persen.

"Memang pembebasan lahanya baru 50% kemungkinan tidak di tahun depan," tambahnya. Pungkasnya. (Mugni)