Bandung, Beritainspiratif.com - Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Jabar sambut Tahun Baru Hijriah di tiga daerah yaitu Ciamis yang berpusat di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Bandung di Pondok Pesantren Syifaa ushuduur serta di Cipeundeuy Kabupaten Garut.
Adapun kegiatannya berupa doa bersama, tabligh akbar dan diakhiri dengan pawai obor sambil melantunkan sholawat.

Tan Tan Jaya Sumpena, selaku Wakil Bendahara DPW, Mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai rasa syukur atas karunia Alloh SWT, ajang ukhuwah dan publikasi organisasi IAEI di kalangan para santri dan masyarakat. "Potensial sekali jika lingkungan pendidikan seperti kampus dan pesantren-pesantren di Jawa Barat dikembangkan yang nantinya akan tercipta sinergisitas potensi potensi sumber daya khususnya pengembangan bisnis dari setiap pesantren.

Dari rilis yang diterima Beritainspiratif.com, Selasa, (3/9/2019), Nasrulloh Jamaludin, M.Ud, MA bidang Penelitian dan Pengembangan Manajemen IAEI Jabar yang juga pengurus pondok pesantren Syifaa Ushuduur menambahkan, "Momen tahun baru umat Islam pada perhelatan kali ini, diharapkan peran dan kontribusi IAEI Jabar semakin besar dan luas karena segmen pondok pesantren dan santri juga ikut membangun ekonomi syariah, setelah sebelumnya kita memiliki duta halal Jawa Barat dari kalangan santri yaitu Wahdah Hilda N, dari Pondok Pesantren Nurul Hidayah Ciamis," tambah nya.

Dalam rangka memeriahkan Tahun baru Islam tersebut Pengurus IAEI Jabar dan masyarakat serta para santri diantaranya melakukan arakan obor dari satu kampung ke kampung yang lainnya sambil melantukan sholawat untuk memuji Nabi Muhammad SAW, ditambah dengan uniknya pemakaian kostum yang bervariasi hingga menambah kemeriahan acara tersebut.

Di tempat terpisah, Ibu Yanti Susilawati, Yuniar Pudjowati serta Nina Sabrina dari Bidang Komunikasi dan Sosialisasi IAEI jawa Barat, dengan semangat menyampaikan: Tujuan utama di adakannya acara ini yakni, disamping sebagai bentuk rasa syukur juga untuk menghormati tahun barunya umat muslim dan yang menjadi fokus utama dari rangkaian acara ini adalah untuk menjalin Ukhuwah Islamiyah dengan sesama umat muslim.
"Hal ini penting, sebagai fondasi meningkatkan perjuangan membangun ekonomi syariah di tanah pasundan," kata mereka dengan kompak.

Masyarakat dan para santri yang mengikuti kegiatan tersebut memiliki pengharapan besar agar kita mampu mengambil hikmah dari peringatan 1 Muharam bagi kemajuan Islam diantaranya agar masyarakat muslim mampu mengedepankan ukhuwah supaya tidak terpecah belah disamping itu mereka menginginkan agar toleransi dijunjung tinggi oleh semua pihak dan golongan serta tentunya kesejahteraan yang merata dan meningkat dengan ekonomi syariah sebagai jalan transaksi ekonomi yang barokah.

Yanis