Cirebon, Beritainspiratif.com - Salah satu tokoh agama Kabupaten Cirebon yang juga pengurus Pondok Pesantren Gedongan, Cirebon, KH Muchlas Dimyati, tutup usia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (13/8/2010).

Nahdhatul Ulama (NU) kembali berduka. Dalam hitungan sepekan, ormas terbesar di Indonesia ini kehilangan tokoh-tokoh sentralnya.

Setelah KH. Maimun Zubair atau Mbah Moen, Kiai Sultan Fathoni (Ketua PBNU), hari ini Selasa 13 Agustus 2019 Pukul 14.05 wafat Pengasuh Pesantren Gedongan Cirebon KH. Muchlas Dimiyati di RSPAD Jakarta.

Innaa lillahi wa Innaa ilaihi rajiun. Kita semua berduka. Abah Muchlas itu Kiai yang istiqomah memegang tradisi pesantren tetapi punya visi yang transformatif dan konstruktif untuk kemajuan bangsa”, tutur Dewan Syuro DPP PKB, KH. Maman Imanulhaq, dalam liris yang diterima beritainspiratif.com.

Maman menambahkan bahwa Kiyai Muchlas yang saat ini berada di jajaran Dewan Syura DPP PKB. Oleh karenanya, Kiyai Muchlas Dimiyati selalu menjadi rujukan berbagai keputusan politik bagi internal PKB. Disebutnya, hal itu seperti dinyatakan Ketua Umum PKB A.Muhaimin Iskandar, yang menilai Kiyai Muchlas sebagai Ulama klasik bervisi maju, dan juga memiliki insting politik yang tajam.

"Ketua Umum PKB Gus Imin, berkata kalau Kiyai Muchlas selalu dijadikan rujukan bagi keputusan partai PKB, " kata Maman.

Lanjut dia, almarhum juga masih kerabat dekat Ketum PBNU KH. Said Aqil Sirodj. Oleh karenanya, dengan wafatnya Kiyai Muchlas membuat Nahdhatul Ulama saat ini kembali kehilangan tokoh-tokoh yang sangat memiliki pengaruh baik bagi NU dan PKB.

“Sesuai intruksi Ketum PKB, Gus Imin, kami akan mengadakan tahlilan tujuh hari berturut-turut di kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh Jakpus. Dan meminta semua pengurus PKB di seluruh Indonesia melaksanakan sholat ghaib dan doa bersama untuk almarhum Kiai Muchlas”, ujar Maman.

Kata Maman, almarhum Kiyai Muchlas akan di kebumikan di komplek pemakaman Ponpes Gedongan Cirebon. (Dekur)