Indramayu, Beritainspiratif.com - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bersama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Indramayu menggelar Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca tingkat Kabupaten Indramayu, Senin (1/7/2019) di SMK NU Kaplongan Karangampel Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini selain untuk lebih mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat juga sebagai upaya untuk meningkatkan gerakan membaca di tengah masyarakat Indramayu.

Kepala Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Minat Baca pada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Dra. Nani Suryani, M.Si menjelaskan, Indonesia cukup baik dalam membaca namun sayangnya hal itu kurang ditunjang dengan ketersediaan buku di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kondisi tersebut menurunkan minat baca masyarakat karena tidak ada buku yang dibaca.

Masih kurangnya minat baca masyarakat dinilai dapat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia, sebab masyarakat tidak bisa mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia.

"Safari ini dilakukan ke berbagai provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia. Hari ini datang ke Indramayu untuk melakukan dialog tentang upaya meningkatkan minat baca dengan para pengelola perpustakaan dan penggiat literasi lainnya di Kabupaten Indramayu," kata Nani.

Sementara itu Bupati Indramayu, H. Supendi yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan, Jajang Sudarajat mengatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu menempatkan pengembangan perpustakaan sebagai issue strategis dan prioritas pembangunan yang harus segera diwujudkan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, dapat mengimplementasikan program “perpustakaan berbasis inklusi sosial di Kabupaten Indramayu”.

Program tersebut mengisyaratkan bahwa, perpustakaan tidak semata sebagai tempat untuk membaca, akan tetapi juga memberikan ruang bagi apresiasi masyarakat untuk belajar dan berkarya, sehingga diharapkan dengan karya ini-lah akan mengangkat derajat dan mutu sumber daya manusia masyarakat Indramayu.

“Inilah yang dimaksud dengan transformasi perpustakaan yang tentunya sangat dinanti-nantikan masyarakat kita, yaitu menjadikan perpustakaan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat,” katanya.

Jajang menambahkan, dalam rangka upaya meningkatkan minat, kegemaran, budaya baca dan pengembangan perpustakaan Pemkab Indramayu memiliki komitmen kesungguhan dan keseriusan melalui kebijakan, program dan kegiatan diantaranya yelah ada Keputusan Bupati Indramayu Nomor 041.2/Kep.377-Kad/2002 tentang pembentukan perpustakaan kecamatan, kelurahan/desa.

“Kebijakan ini mengandung makna bahwa sejak 17 tahun yang lalu kami menyadari perlunya menumbuhkan kegemaran membaca masyarakat dengan ketersediaan sarana perpustakaan di kecamatan dan desa dan kelurahan,” kata Jajang.

Selain itu, Pemkab Indramayu melakukan pemberian bantuan buku dan perlengkapan perpustakaan (rak buku, meja-kursi baca, computer) kepada 150 perpustakaan desa/kelurahan. 20 perpustakaan pondok pesantren, 50 perpustakaan rumah ibadah, 31 perpustakaan kecamatan, 31 perpustakaan UPTD Pendidikan dan 49 perpustakaan Puskesmas.

Kegiatan lainnya, lanjut Jajang, peningkatan kualitas perpustakaan yang mengedepankan layanan berbasis inklusi sosial. Sehingga perpustakaan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk memperoleh solusi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan.

“Saat ini telah ada Perda Nomor 3 tahun 2018 tentang gerakan pengembangan Indramayu membaca atau gerbang maca dan sudah ada keputusan Bupati Indramayu tentang pengukuhan Hj. Nani Indriyani Supendi sebagai bunda literasi di Kabupaten Indramayu,” tegas Jajang.

Kegiatan Safari Nasional Gerakan Membaca tersebut menghadirkan beberapa orang nara sumber yakni anggota Komisi X DPR RI, Dedi Wahidi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, H. Riadi, SKM.MPH, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu, Toto Susmanto, serta penggiat literasi Hj. Sri Sunarti. (Yones)