Bandung, Beritainspiratif.com - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Dian Masyita, M.T., PhD., terpilih sebagai satu di antara 10 wanita paling berpengaruh dalam bidang Bisnis dan Keuangan Islam di dunia oleh lembaga analisis keuangan asal Inggris, Cambridge IFA.

Dilansir laman resmi Unpad, penganugerahan “The Top 10 Most Influential Women in Islamic Business & Finance 2019” ini diberikan dalam ajang “The 2nd WOMANi Award Ceremony” di JW Marriot Hotel, Dubai, Uni Emirat Arab, Senin (17/6) lalu. Penghargaan diberikan langsung Chairman Womani Prof. Dr. Humayon Dar, kepada Dian.

Sebelumnya pada 2018, Dian juga masuk ke dalam 50 tokoh perempuan paling berpengaruh dalam bidang Keuangan Islam di dunia berdasarkan penilaian dari Cambridge IFA.

Pada 2018, Dian menempati posisi ke-42, sedangkan pada tahun ini, Dian menempati peringkat ke-9.

Dian menjelaskan, penilaian dilakukan langsung oleh pihak Cambridge IFA. Proses tersebut didasarkan atas 3 parameter penilaian, yaitu kepemimpinan profesional, advokasi, serta pengakuan dari sektor industri.

Pada penganugerahan ini, Dian mewakili para akademisi yang berkiprah di industri bisnis dan keuangan Islam. Dari situ, Cambridge IFA menilai bagaimana kiprah Dian sebagai akademisi berdasarkan tiga parameter di atas.

Dengan demikian, proses penilaian tidak hanya didasarkan atas kontribusi akademik, melainkan bagaimana pengaruh keilmuannya pada sektor industri maupun masyarakat.

“Sepertinya mereka (Cambridge IFA) sangat memonitor bagaimana impact kita dalam perkembangan industri, ekonomi, bisnis dan keuangan Islam,” kata Dian.

Banyak tugas dan kontribusi yang dilakukan Dian menjadi salah satu alasan mengapa peringkatnya melesat hingga masuk ke sepuluh besar. Hingga saat ini, Dian tidak hanya berkutat dengan aktivitas mengajar dan riset keuangan Islam yang telah dimulai dari tahun 1999, tetapi juga membantu sektor industri dan regulasi dalam lingkup bisnis dan keuangan syariah, terutama setelah menyelesaikan Ph.D dari Durham University, Inggris tahun 2012.

Sejak 2006, Dian sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk mengadakan riset model linkage syariah, keuangan mikro, menyusun buku usaha mikro Islami dan membantu penyusunan kebijakan lainnya.

Hampir setiap bulan, buku tersebut didiseminasikan oleh Dian bersama tim DEKS Bank Indonesia ke setiap provinsi. Di setiap wilayah, Dian menyampaikan pemaparannya seputar ekonomi dan keuangan Islam kepada akademisi maupun praktisi syariah di propinsi tersebut.

Tidak hanya itu, Dian juga dipercaya sejumlah pihak terkait bidang syariah. Tercatat, Dian bertugas sebagai asesor BAN PT untuk program studi Ekonomi Islam, Manajemen Bisnis Syariah, dan Perbankan Syariah. Selain itu, ia juga dipercaya memberi masukan di Lab Financing UNDP, pemberi training, hingga reviewer LPDP.

Berbagai pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu pertimbangan pihak Cambridge IFA dalam proses penilaian. Sebab, salah satu model penilaian yang dilakukan adalah dengan menelusuri rekam jejak nominator. Dian mengatakan, tidak dimungkiri bahwa media sosial membuat mudah untuk melihat aktivitas nominator.

“Pada saat mereka seleksi, mereka meminta CV terbaru. Kemudian mereka juga melakukan interview seputar bagaimana keadaan bisnis dan keuangan Islam di Indonesia saat ini, posisi wanita di lembaga keuangan syariah di Indonesia apakah ada diskriminasi atau tidak, hingga bagaimana posisi dan kesempatan wanita untuk beprestasi atau memimpin di Indonesia,” ujar Dian.

Perolehan penghargaan ini menjadi motivasi bagi Dian untuk terus mengembangkan keilmuannya, terutama di bidang ekonomi, bisnis dan keuangan Islam. Aspek riset, publikasi, hingga pengabdian kepada masyarakat harus terus dilakukan.

“Menurut saya, tujuan mereka membuat award ini adalah untuk menjaga produktivitas kita kaum wanita untuk terus berkarya ditengah kesibukan kita mengurusi keluarga,” kata Dian.

Dian mengharapkan, penghargaan ini juga memotivasi kaum perempuan lain, terutama dari kalangan mahasiswa, untuk mampu menorehkan prestasi.

Pada tahun ini, penghargaan diberikan kepada 300 wanita dari berbagai negara di dunia. Selain akademisi, penghargaan diberikan kepada praktisi perbankan syariah, CEO lembaga keuangan non bank lainnya, manajemen aset, penasihat dan pengawas syariah, periset, entrepreneur/pengusaha bisnis halal, hingga pengajar pelatihan dari seluruh dunia. (Yanis)