Cirebon, Beritainspiratif.com - Peran keluarga dan orangtua penting untuk mencegah anak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang. Berbagai pihak terkait juga diminta bisa ikut peduli dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak muda yang berpotensi terpapar penggunaan narkotika.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, SH., usai membuka Seminar Nasional Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019 yang diselenggarakan oleh DPW Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Kota Cirebon, Kamis, 20 Juni 2019. “Upaya pemerintah untuk pemberantasan narkotika sudah maksimal,” ungkap Azis.

Ini bisa dilihat dari banyaknya penangkapkan yang dilakukan dengan barang bukti yang juga tidak sedikit serta sanksi yang sangat berat untuk pelaku. Namun, tetap saja, pengguna narkotika terus saja ada.

Setelah diperhatikan, lanjut Azis, masih adanya pengguna narkotika, khususnya di kalangan anak-anak muda, dikarenakan kurangnya kasih sayang yang diberikan orangtua mereka.

“Nah, kita mulai dari sini,” ungkap Azis. Mereka berupaya untuk menghentikan penggunaan narkotika dengan memberikan kasih sayang kepada remaja-remaja yang sering berada di luar rumah.

Azis berharap berbagai pihak terkait bisa melakukanya, termasuk Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) yang ada di Kota Cirebon. Dengan kasih sayang yang diberikan, diharapkan bisa menekan remaja yang terpengaruh ingin menggunakan narkoba.

Sementara itu ketua DPP GPAN, Brigjen Pol (Purn) Siswandi, menjelaskan jika narkoba saat ini sudah masuk kemana-mana. “Sudah masuk ke SD juga sudah masuk ke tingkat RT,” ungkap Siswandi. Masih banyaknya pengguna narkoba menurut Siswandi dikarenakan masih adanya permintaan pasar terhadap barang terlarang tersebut. “Supply , pemasok maupun penyalur masih ada, permintaannya juga masih ada,” ungkap Siswandi.

Pihaknya juga berupaya untuk melakukan rehabilitasi untuk pengguna narkoba. “Namun tempat rehabilitasi justru kosong,” ungkap Siswandi. Termasuk yang ada di Kabupaten Kuningan yang saat ini kondisinya terbengkalai. Karena itu, melalui seminar yang diselenggarakan di Kota Cirebon diharapkan bisa mengeluarkan rekomendasi yang akan dibawa ke tingkat nasional dalam rangka pemberantasan narkoba di indonesia.