Bandung,Beritainspiratif.com - Fakuktas Pendidikan Seni dan Design Departemen Pendidikan Tari Univetsitas Pendidikan Indonesia (UPI), menggelar dramatari dengan judul Purnamasari Silalatu Pajajaran di teater tertutup Taman Budaya Dago Tea House kota Bandung, Senin (17/6/2019).

Karya mahasiswa angkatan 2016 yang
melibatkan 250 orang pemain, pemusik, crew dan penari ini disaksikan langsung oleh pewaris Pantun Pajajaran Bogor Ki Kalong Hideung Edi Yusuf.

Salah seorang dosen pembimbing sekaligus sebagai sutradara, Ayo Sunaryo mengatakan pagelaran ini mengisahkan kepahlawanan putri Purnamasari anak dari Prabu Siliwangi yang membela kerajaan Pajajaran dan kisah cinta yang membuat ia hancur selama hidupnya.

Ia mengaku belum membaca secara utuh naskah tentang Purnamasari, karena naskahnya disakralkan.

Informasi tentang putri Purnamasari dari Pelabuhan Ratu ini, diperoleh dari Ki Kalong Hideung melalui beberapa kali pertemuan di Sukabumi.

Karena itu cukup banyak kesulitan dalam mengejawantahkan naskah kedalam koreografi.

"Kalau naskah biasa bisa dipelajari betul, tapi karena ini naskahnya disakralkan ada banyak kesulitan mengejawantahkan naskah dalam koreografi," paparnya.

Usai menyaksikan pagelaran, Ki Kalong Hideung Edi Yusuf menilai dramatari tersebut cukup bagus dan sesuai dengan jalur.

"Saya cukup puas dengan pagelaran ini. Bertemu dua bulan lalu di padepokan (Sukabumi), saya berikan beberapa petunjuk, point-point penting saja. Mahasiswanya bisa menerjemahkan melalui pertunjukan seperti ini. Luar biasa, sesuai dengan jalurnya," puji dia.

Meski demikian lanjut Ki Kalong Hideung, ada pesan dari salah satu tokoh yang belum tereksplor pada drama tari tersebut. Pesannya, dilarang saling menjelekkan/ menghujat ajaran agama lain.

"Cuma sayang, mungkin kemasannya susah, sehingga pada waktu gugurnya R.Kubang Bagus Setra tidak maksimal. Padahal, itu sangat penting buat kerukunan bangsa dan negeri ini," ujarnya.

Ia mengharapkan, misteri tentang mata rantai sejarah Pajajaran, dijadikan kajian ilmiah sehingga pada suatu saat bisa terbukti dan dijadikan sebagai rujukan sejarah.

"Saya berharap jadi kajian ilmiah, karena di dalam pantun ini (Pantun Pajajaran Bogor) ada nuansa kepajajaran baik dalam ideologi, politik, sosial maupun budaya," imbuhnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Humas UPI Yuliawan Kasmahidayat mengatakan sudah dilakukan oleh mahasiswa S1, S2 dan S3 Seni khususnya Seni Tari sebagai dasar untuk penyusunan skripsi, tesis dan desertasi.

"Cerita ini oleh salah satu tokoh yang tampil dalam dramatari, dijadikan sebagai penelitian skripsinya," katanya.

Yuliawan menambahkan, pagelaran dramatari merupakan agenda rutin dari Fakultas Pendidikan Seni dan Design.

"Kedepannya seni tari ini oleh UPI akan dijadikan sebagai salah satu event unggulan, untuk dijual kepada para turis/ wisatawan. (Ida)