Oleh : Daddy Rohanadi, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar

Bandung, Beritainspiratif.com - Ketupat Lebaran adalah salah satu ikon tradisi keagamaan di awal dakwah Islam melalui pemikiran bijak para sunan.

Cara kultural dipilih sebagai manifestasi ajaran Islam, yang membawa rahmat bagi semua.

"Sunan kalijaga menginisiasi ketupat dalam sajian khas Idul Fitri, yang melambangkan kesempurnaan anyaman dalam kebersamaan. Tradisi ini kemudian menjadi tren kuliner ritual keagamaan, yang populer di Asia Tenggara," ujarnya.

Menurut politisi partai Geridra ini, Sunan Bonang guru Sunan Kalijaga menyebut Idul Fitri dengan Lebaran.

Tujuannya agar Agama Islam bisa diterima dalam pergaulan tradisi Hindu, yang terlebih dahulu dianut masyarakat Jawa kuno.

Kupat adalah singkatan dari laku sing papat atau empat keadaan, yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada orang yang berpuasa dengan keikhlasan dan kesungguhan hingga masuk fase lebaran. Yaitu: lebar, lebur, luber, dan labur.

Lebar berarti telah menyelesaikan puasanya dengan melegakan. Lebur, berarti terhapus semua dosa yang dilakukan di masa lalu, Luber berarti melimpah ruah pahala amal-amalnya. Dan Labur berarti bersih dirinya dan cerah-bercahaya wajah dan hatinya.

Islam masuk ke indonesia nyaris tanpa konflik. Ijtima para sunan dengan mengharmoniskan doktrin ajaran Islam dan budaya lokal, tercatat paling sukses dlm sejarah peradaban Islam di dunia.

Islam hadir tanpa saling curiga, tanpa caci maki, tanpa dengki, dan tanpa permusuhan.

Allaahu Akbar 3X
Walillaahilham

taqabbalallaahu minna waminkum
shiyaamana washiyaamakum

"Selamat lebaran 1 Syawal 1440 H, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya," [Ida]