Indramayu, Beritainspiratif.com - Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman bersama dengan Bupati Indramayu H. Supendi melakukan panen raya dan menyaksikan penyerapan gabah milik petani di Desa Tambi Kecamatan Sliyeg oleh Perum Bulog. Penyerapan gabah ini dilakukan guna mendorong peningkatan harga gabah di Kabupaten Indramayu yang tengah jatuh karena tengah berlangsung panen raya di semua wilayah.

"Kami datang karena mendengar dan menerima laporan panen raya. Kita harus antisipasi jangan sampai petani rugi. Kami datang bersama tim, termasuk Bulog," ujar Amran, Kamis (04/04/2019).

Amran mengatakan, pada musim panen padi ini, harga gabah petani di Kabupaten Indramayu berada di kisaran Rp 3.500-Rp 3.800 per kilogram. Padahal instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), penyerapan gabah petani harus di atas Rp 4.010 per kilogram.

"Harga gabah tidak boleh di bawah Rp 4.070, itu perintah Presiden, itu komitmen kita. Itu gabah kering panen, berapa yang tersedia akan diserap. Kabupaten Indramayu ini menjadi andalan ketahanan pangan nasional untuk itu sangat kita perhatikan," tegas Arman.

Sementara itu Bupati Indramayu H. Supendi mengatakan, saat ini sejumlah sentra produksi beras sedang panen raya puncaknya tengah terjadi di bulan April ini. Petani semestinya bergembira menikmati hasil kerja kerasnya, tapi kondisi di lapangan menunjukkan petani tidak bisa sepenuhnya menikmati hasil kerja keras mereka karena harga yang rendah.

Sebagai gambaran produksi tanaman pangan khususnya padi di Kabupaten Indramayu tahun 2018 sebesar 1.672.037 ton GKP. Kabupaten Indramayu dengan luas wilayah 209.938 hektar, lahan sawah seluas 116.245 hektar, lahan darat seluas 36.226 hektar merupakan daerah yang memiliki potensi yang cukup besar dalam memyediakan bahan pangan, baik yg berasal dari tanaman pangan, hortikultura, ternak, ikan, perkebunan maupun kehutanan.
Di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu Takmid menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa upaya terkait dengan harga GKP yang di tingkat petani mencapai Rp.3.500 sampai dengan Rp.3.800.

“Penyerapan gabah oleh Bulog seharusnya fokus dalam menyerap gabah dalam bentuk kering giling agar harga di tingkat petani tidak turun dan menghindarkan dari risiko penurunan mutu saat penyimpanan,” terang Takmid.

Selain itu menurut Takmid, Bulog harus menambah kuota untuk penyerapan gabah di Indramayu. Saat ini kuota penyerapan untuk kabupaten Indramayu dalam satu tahun sebesar 190.000 - 200.000 ton.

“Sedangkan produksi padi di Kabupaten Indramayu 1,7 juta ton. Jadi minimal 50 persen gabah petani harus di serap oleh Bulog,” terangnya.

Menurut Takmid, petani hanya menginginkan harga gabah stabil, setidaknya sama dengan HPP Rp 4.070. Untuk itu, Bulog diharapkan tidak hanya diam ketika harga gabah bergerak turun seperti saat ini.

Ditempat yang sama Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan Bulog untuk mempercepat serap gabah petani, yaitu : Bulog harus memperluas kerjasama dengan mitra penggilingan untuk mempercepat pembelian dan pengeringan gabah petani.

Pengadaan oleh Bulog harus fokus dalam bentuk gabah kering giling agar harga di tingkat petani tidak turun, dan menghindarkan dari risiko penurunan mutu saat penyimpanan. Selain itu, pengadaan gabah tidak perlu menunggu penjualan stok beras yang ada, tetapi harus terus dilakukan penyerapannya agar moment panen tidak terlewat.

Berikutnya, manfaatkan kerjasama gudang filial dengan mitra untuk menyimpan gkg dan mengoptimalkan peran satker untuk menyerap langsung dari petani/poktan dan gapoktan

Agung juga mengatakan agar kegiatan sergap tetap dilakukan pada saat hari libur, agar tidak terjadi penundaan panen/penjualan sehingga berpotensi merugikan petani.

"Kalau beberapa hal tersebut dilakukan Bulog, dampaknya tidak hanya menolong anjloknya harga gabah ditingkat petani, tetapi ketahanan pangan kita juga akan semakin kokoh, karena tersedianya cadangan pangan pemerintah yang cukup," pungkas Agung.
Selain itu, dalam acara tersebut Amran juga menyerahkan bantuan untuk para petani di Indramayu, seperti bibit sayuran, bibit padi, alat mesin pertanian (alsintan), ayam, kambing dan lain-lain. Adanya bantuan ini diharapkan bisa mendorong hasil produksi para petani.

(Yones)